{"id":1142,"date":"2020-04-23T14:31:50","date_gmt":"2020-04-23T14:31:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/?p=1142"},"modified":"2020-04-23T14:31:52","modified_gmt":"2020-04-23T14:31:52","slug":"ramadhan-di-tengah-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/2020\/04\/23\/ramadhan-di-tengah-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19"},"content":{"rendered":"\n<p>Ramadhan\nkali ini menjadi ramadhan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tak ada\nlagi solat tarawih berjamaah di masjid, khataman Al Qur&#8217;an bersama, tausiyah,\nTPA, dan buka bersama. Semua tergantikan dengan ibadah di rumah masing-masing.\nTausiyah dan khataman kini berlangsung secara online (daring) dan di beberapa\ndaerah wacana zakat melalui transfer rekening pun mulai di gagas. <\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah\nsuasana ramadhan tahun ini. Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi hal\nbaru bagi kita umat islam di seluruh dunia. Kita harus mampu beradaptasi dengan\nkondisi ini seraya tetap menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan\nkhusyu\u2019 dan\npenuh penghayatan tanpa sedikitpun berkurang keimanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan\nteknologi di era digital tentu menjadi solusi. Bersyukur karena kita hidup di\nera dimana teknologi berkembang begitu pesat sehingga memudahkan kita untuk\nmelakukan segala hal termasuk beribadah dalam situasi pandemi seperti ini.\nBukan soal bid&#8217;ah atau memunculkan ajaran baru, tapi lebih kepada menciptakan\nkemaslahatan umat dan mengantisipasi mudhorotnya bila kita tetap menjalan\nibadah di tengah kerumunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui\npemanfaatan teknologi yang ada kita dapat mendengarkan tausiyah secara daring\ndari situs-situs resmi yang tentunya terpercaya. Tentunya tidak hanya tausiyah\nsaja namun juga ngaji kitab, istighosah, ratiban dan masih banyak lagi hal yang\nbisa kita lakukan melalui pemanfaatan media. Seperti di beberapa daerah telah\nmerilis link baik youtube, podcast, maupun media lainnya yang memfasilitasi\nkita untuk mengakses tausiyah dan ngaji kitab tanpa harus hadir dalam kerumunan\nmassa. <\/p>\n\n\n\n<p>Covid-19\nmemang pandemi, namun bukan berarti halangan untuk memperbaiki diri di bulan\nyang suci ini. Seraya mengikuti anjuran pemerintah dengan melaksanakan <em>P<\/em><em>h<\/em><em>y<\/em><em>si<\/em><em>cal Distancing<\/em> Kita bisa mendekatkan\ndiri pada sang Ilahi . Selain memuaskan rohani mendekatkan diri pada Ilahi\njuga bermanfaat untuk meng-<em>upgrade<\/em> kembali psikologis kita agar terwujudnya kesehatan mental kita\ndalam upaya <em>coping stress<\/em> atas pandemi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari\nsambut bulan yang suci ini sambil terus menambah kualitas ibadah tanpa lupa\nuntuk selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan kita dapat berjumpa di\nhari yang fitri dengan senyum sapa dan jabat tangan seperti dulu lagi.\nManfaatkan teknologi, tingkatkan kedekatan bersama sang Ilahi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditulis\nOleh Nanik Srisunarni (Dept. Keilmuan &amp; Keagamaan)-HMPS PI 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ramadhan kali ini menjadi ramadhan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lagi solat tarawih berjamaah di masjid, khataman Al Qur&#8217;an bersama, tausiyah, TPA, dan buka bersama. Semua tergantikan dengan ibadah di rumah masing-masing. Tausiyah dan khataman kini berlangsung secara online (daring) dan di beberapa daerah wacana zakat melalui transfer rekening pun mulai di gagas.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1143,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1142"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1144,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1142\/revisions\/1144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}