{"id":1237,"date":"2020-08-13T09:36:41","date_gmt":"2020-08-13T09:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/?p=1237"},"modified":"2020-08-27T12:35:59","modified_gmt":"2020-08-27T12:35:59","slug":"beri-pengalaman-layanan-psikologi-dan-bimbingan-konseling-11-mahasiswa-psikologi-islam-iain-surakarta-magang-ppl-di-pondok-pesantren-nurul-quran-simo-boyolali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/2020\/08\/13\/beri-pengalaman-layanan-psikologi-dan-bimbingan-konseling-11-mahasiswa-psikologi-islam-iain-surakarta-magang-ppl-di-pondok-pesantren-nurul-quran-simo-boyolali\/","title":{"rendered":"BERI PENGALAMAN LAYANAN PSIKOLOGI DAN BIMBINGAN KONSELING, 11 MAHASISWA PSIKOLOGI ISLAM IAIN SURAKARTA MAGANG PPL DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR\u2019AN SIMO BOYOLALI"},"content":{"rendered":"\n<p>Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau <em>magang<\/em> merupakan program yang salah satu\ntujuannya adalah penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa\ndalam bidang psikologi yang telah dipelajari selama kuliah dalam bentuk praktik\npemberian layanan\npsikologi dan bimbingan konseling di dunia nyata. Melalui PPL ini, mahasiswa akan mendapatkan\ngambaran nyata tentang masalah-masalah psikologis dan kesehatan mental yang ada\ndi masyarakat berikut alternatif&nbsp;\npenyelesaiannya berdasarkan teori-teori psikologi yang sudah dipelajari.\nPPL menjadi media yang tepat untuk mengukur kesiapan mahasiswa psikologi Islam\nuntuk berproses lebih kanjut pasca lulus. Demikian disampaikan Bapak Triyono, M.Si., Dosen Pembimbing\nLapangan saat penyerahan 11 mahasiswa PPL Program Studi Psikologi Islam di Mushola\nPondok Pesantren Nurul Qur\u2019an Simo Boyolali, Selasa 11 Agustus 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>Bapak Triyono, M.Si menambahkan beban mahasiswa\nPsikologi Islam cukup berat, sebab selain harus mampu menguasi teori psikologi\nyang bersumber dari tradisi keilmuan Barat juga harus menguasi konsep psikologi\nyang bersumber dari ajaran Islam. Namun disinilah akan muncul peluang besar\nmenjadi unggul, berupa kemampun memberikan layanan psikologi dan bimbingan\nkonseling dalam perspektif baru, dengan Islam menjadi kata kuncinya. &nbsp;Dan pilihan melakukan PPL atau magang di &nbsp;Pondok Pesantren Nurul Qur\u2019an menjadi tepat, sebab\nPondok Pesantren adalah pusatnya\npengetahuan agama Islam. Semua disiplin ilmu pengetahuan agama Islam dikaji dan\ndipelajari di Pondok Pesantren, termasuk kajian tentang jiwa (nafs). Oleh sebab\nitu manfaatkan PPL di Pesantren Simo ini dengan sebaik-baiknya dengan mengikuti\nkegiatan yang ada. Di akhir sambutan, Bapak Triyono, M.Si juga menyampaikan PPL\ndi Pesantren Simo bersifar offline, sehingga di musim Pandemi Covid-19\nmahasiswa harus menerpakan protokol kesehatan secara benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur\u2019an\nSimo Bapak Kiai Darmaji, M.Pd, dalam sambutannya seusai penyerahan mahasiswa\nmengucapkan terima kasih atas dipilihnya Pondok Pesantren Nurul Qur\u2019an Simo\nsebagai tempat Magang PPL Mahasiswa Psikologi Islam Tahun 2020. Ini menjadi\nkali kedua Pesantren Nurul Qur\u2019an Simo mendapatkan \u201cberkah\u201d dari Prodi\nPsikologi IAIN Surakarta setelah sebelumnya tahun 2019 menjadi tempat Program\nPengabdian Mayarakat. Menurut Kyai Darmaji, M.Pd, para santri yang saat ini\nberjumlah sekitar 400-an orang dan duduk di jenjang MTs dan MA&nbsp; juga memiliki masalah-masalah psikologis,\nlazimnya manusia pada umumnya. Tentu layanan psikologis dan bimbingan konseling\ndibutuhkan agar nantinya tidak menggangu proses belajar selama di Pesantren.\nKyai Darmaji, M.Pd berharap seluruh santri dan keluarga besar Pondok Pesantren\nNurul Qur\u2019an dapat memanfaatkan kegiatan dari PPL Psikologi Islam sebaik-baiknya\nsebagai bentuk ikhtiyar dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan\ndi lingkungan Pesantren. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"853\" src=\"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/02.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1238\" srcset=\"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/02.jpg 1280w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/02-150x100.jpg 150w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/02-1000x666.jpg 1000w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/02-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam acara serah terima 11 mahasiswa\nPPL Psikologi Islam di Pondok Pesantren Nurul Qur\u2019an Simo juga dilanjutkan\ndengan pengenalan mahasiswa kepada para Ustadz dan Ustadzah serta Santri. Ke-11\nmahasiswa PPL Psikologi Islam di Pondok Pesantren Nurul Qur\u2019an Simo adalah&nbsp; Latifatul Fadilah, Sofiah Nur Khasanah,\nMohammad Hamzah Sidik, Muhammad Husein Muthahhari, Virga Aprilianica Lestari, Ahmad\nAsnawi, Wahibatul Masula, Zadani Dila Rahmawati, Ahmad Verry Ardiansyah, Indah\nUtami, dan Rohmat Ibnu Albazzar, Selanjutnya acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan\nsesi foto bersama. PPL mahasiswa Psikologi Islam di Pondok Pesantren Nurul\nQur\u2019an Simo akan berlangsung selama 1 bulan, terhitung mulai tanggal 11 Agustus-11\nSeptember 2020. Semoga Allah swt. memberi kelancaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Ditulis oleh Ahmad\nAsnawi \u2013 Mahasiswa Psikologi Islam<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau magang merupakan program yang salah satu tujuannya adalah penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang psikologi yang telah dipelajari selama kuliah dalam bentuk praktik pemberian layanan psikologi dan bimbingan konseling di dunia nyata. Melalui PPL ini, mahasiswa akan mendapatkan gambaran nyata tentang masalah-masalah psikologis dan kesehatan mental yang ada di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,46],"tags":[26],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1240,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237\/revisions\/1240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}