{"id":189,"date":"2018-11-07T15:03:23","date_gmt":"2018-11-07T15:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/psychiska.wordpress.com\/?p=155"},"modified":"2018-11-07T15:03:23","modified_gmt":"2018-11-07T15:03:23","slug":"menghadiri-kuliah-tamu-neuroscience","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/2018\/11\/07\/menghadiri-kuliah-tamu-neuroscience\/","title":{"rendered":"Menghadiri Kuliah Tamu Neuroscience"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_media-124\" aria-describedby=\"caption-attachment-media-124\" style=\"width: 458px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-156\" src=\"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/img20181031092806.jpg?w=458\" alt=\"IMG20181031092806.jpg\" width=\"458\" height=\"343\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-media-124\" class=\"wp-caption-text\">Lyra Puspa (President of Vanaya Coaching International)<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Psikologi Islam menghadiri undangan kuliah tamu bertema <em>Applied Neuroscience for Better Life. <\/em>Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menghadirkan berbagai rumpun kejuruan dan konsentrasi yang bersinggungan dengan kedokteran, seperti kesehatan, biokimia, biologi, fisiologi, farmakologi, psikologi, psikiatri, anatomi, dll. dari berbagai kampus negeri maupun swasta di Surakarta.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align:justify;\">Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Hartono, dr., M. Si. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jaringan dan mengintegrasikan keilmuan yang besinggungan, terutama di wilayah Surakarta agar bisa berkolaborasi karena satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain akan memberi manfaat dan bisa membentuk suatu solusi kebutuhan manusia. \u201cSeperti halnya neuroscience yang akan kita bahas pada seminar ini, akan bersinggungan dengan bidang ilmu lain dan bisa diterapkan dihampir semua bidang profesi, karena ilmu itu saling bersinggungan tidak bisa terkotak-kotak sendiri\u201d terang Dekan Fakultas Kedokteran.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Moderator \u00a0dr. Nanang Wiyono, M. Kes. menyampaikan bahwa menurut Prof. Yohanes Surya, ilmu masa depan yang berkembang di dunia itu ada empat, yaitu bioteknologi, teknologi informasi, nanoteknologi, dan neuroscience. Salah satunya yang akan dibahas adalah neuroscience yang aplikasinya saat ini tidak hanya dalam bidang neurologi, bidang psikiatri, psikologi namun juga pada bidang ekonomi (<em>neuroeconomi)<\/em>, bidang pendidikan <em>(neuroeducation<\/em>), bidang agama dan spiritual <em>(neuroteology<\/em>), dan masih banyak yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Dua narasumber hadir untuk menyampaikan materi tentang <em>neuroscience. <\/em>Pemateri pertama adalah Ibu Lyra Puspa, Ir., M.M., PCC., ECPC. (<em>Founder Vanaya Coaching International<\/em>) yang bergerak di bidang pengaktifan sumber daya manusia. Beliau menyampaikan materi dengan judul <em>Apllied High Performance, <\/em>istilah umum Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Sebagai praktisi materi yang disampaikan oleh Ibu Lyra banyak berkaitan dengan riset-riset di perusahaan dan penerapan<em> neuroscience <\/em>di bidang industri dan organisasi. <em>Applied Neuroscience <\/em>sangat memiliki peran penting dalam dunia bisnis dan organisasi, di antaranya aplikasinya adalah <em>neuroscience for high performance, neurometrics, coaching to stimulate brain, <\/em>dan <em>\u00a0brain-based coaching impact, <\/em>yang terbagi lagi menjadi <em>neuroleadership,<\/em> <em>neurocoaching, neurocommunication, neuromarketing, neuroperformance, dan neurofinance.<\/em> Melalui <em>Applied Neuroscience<\/em><em>, <\/em>perusahaan sekelas Microsoft (Amerika) melalukan perubahan kultur organisasi yakni dari bekerja secara kompetisi ke bekerja secara kolaborasi. Bekerja secara kolaborasi bisa meningkatkan kinerja dan produktifitas (saham) perusahaan, antar departemen pekerjaan pun saling membantu untuk bisa meningkatkan <em>performance<\/em>, sehingga Microsoft sekarang banyak menghasilkan inovasi. Tak hanya di Microsoft, penerapan <em>neuroscience <\/em>oleh Vanaya International juga dilakukan pada perusahaan Google, yaitu menginisiasi program Google SIY (Search Inside Yourself) yang berhasil menurunkan tingkat stress karyawan dan mempengaruhi tingkat <em>performance<\/em> lebih tinggi, \u00a0keberhasilan Google SIY akhirnya di terapkan menjadi kurikulum pendidikan resmi di Bhutan. Di Amerika Serikat penerapan <em>Inter-Brain Synchrony,<\/em> pada aplikasi Tinder (aplikasi perjodohan melalui media online) yakni dengan instrumen <em>neural syncrhrony<\/em>. Pengukuran yang digunakan adalah neurometri dengan alat Digibrain qEEG Neurometrik, ini juga sudah dilakukan Vanaya pada CEO XL.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Pemateri kedua adalah Dr. Sri Kusrohmaniah, M. Si., Ph. D. Sebagai seorang Dosen \u00a0di Fakultas Psikologi UGM yang memiliki keahlian di bidang ilmu faal, beliau banyak membahas tentang penelitian-penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi berkaitan dengan teori-teori <em>neuroscience. <\/em>Di antara penelitian yang dilakukan untuk melihat daya eksplorasi dan tingkat kecemasan melalui pemberian alkohol dengan dosis tertentu \u00a0pada tikus dan eksperimen dampak meminum kafein murni. Penelitian berbasis <em>neuroscience <\/em>di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia masih memiliki peluang yang sangat besar karena masih jarang dilakukan. Banyaknya riset-riset <em>neuroscience <\/em>di luar negeri yang berbasis <em>a<\/em><em>pplied <\/em><em>n<\/em><em>euroscience<\/em> menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi-pergirian tinggi di Indonesia untuk mengkaji lebih lanjut berbagai manfaat dari <em>neuroscience.<\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_158\" aria-describedby=\"caption-attachment-158\" style=\"width: 548px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-158\" src=\"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/img-20181031-wa00061-e1541602955533.jpg\" alt=\"img-20181031-wa00061-e1541602478734.jpg\" width=\"548\" height=\"429\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-158\" class=\"wp-caption-text\">Foto Bersama Delegasi IAIN dan Pemateri (dari kiri, Wakhid Musthofa, Lintang Setia, Ibu Lyra Puspa, Ahmad Mujahid)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align:justify;\">Hadirnya perwakilan Psikologi Islam dalam kegiatan kuliah tamu ini merupakan bentuk kerjasama antar perguruan tinggi di Surakarta dan kolaborasi antar bidang keilmuan untuk mengkaji <em>neuroscience <\/em>dari berbagai sudut pandang keilmuan. Lebih khusus lagi Psikologi Islam sebagai program studi baru yang mengintegrasikan sains dan keislaman memiliki peluang yang besar untuk mengkaji <em>neuroscience<\/em> tidak hanya dari sudut pandang psikologi namun juga sudut pandang Islam.<\/p>\n<p>ditulis oleh Ahmad Mujahid<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Psikologi Islam menghadiri undangan kuliah tamu bertema Applied Neuroscience for Better Life. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menghadirkan berbagai rumpun kejuruan dan konsentrasi yang bersinggungan dengan kedokteran, seperti kesehatan, biokimia, biologi, fisiologi, farmakologi, psikologi, psikiatri, anatomi, dll. dari berbagai kampus negeri maupun swasta di Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}