{"id":466,"date":"2019-05-03T15:49:40","date_gmt":"2019-05-03T15:49:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/?p=466"},"modified":"2021-09-08T02:42:34","modified_gmt":"2021-09-08T02:42:34","slug":"milad-pi-ke-2-selenggarakan-public-speaking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/2019\/05\/03\/milad-pi-ke-2-selenggarakan-public-speaking\/","title":{"rendered":"Milad PI ke-2 Selenggarakan Public Speaking"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/j-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-475\" width=\"547\" height=\"303\" srcset=\"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/j-1.png 1099w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/j-1-150x83.png 150w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/j-1-1000x554.png 1000w, https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/j-1-768x426.png 768w\" sizes=\"(max-width: 547px) 100vw, 547px\" \/><figcaption>Foto Bersama Perserta dan Pemateri Public Speaking<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Kamis, 02 Mei 2019 &#8211; keluarga mahasiswa Psikologi Islam IAIN Surakarta telah menyelenggarakan acara Public Speaking dalam rangka Milad Psikologi Islam IAIN Surakarta yang ke-2 pada pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB. Acara yang mengangkat tema \u201cMahasiswa dan Ruang Publik\u201d ini dilaksanakan di Gedung Lab Manuskrip lt.2 IAIN Surakarta. Adapun pemateri tersebut adalah Bapak Ahmadi Fathurrahman Dardiri, M.Hum. Dosen IAIN Surakarta, dan dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri dari delegasi setiap kelas Psikologi Islam, mahasiswa luar kampus (UMS), dan mahasiswa IAIN luar jurusan Psikologi (BKI).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Pada acara tersebut, Ekki Primadany Purnama\nAji (Mahasiswa Psikologi IAIN Surakarta) bertugas sebagai moderator. Adapun\nseorang Notulen dalam acara tersebut yaitu Nanik Sri Sunarni (Mahasiswa\nPsikologi Islam) selain itu juga ada Putri Eka Fauzi\u2019ah (Mahasiswa Psikologi\nIslam Surakarta) sebagai operator, selain itu juga ada tim media cyber dan\npanitia lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,&nbsp; yang ikut membantu jalannya acara ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan\ndiawali dengan pengondisian peserta dan<em> opening ceremony<\/em> oleh Siti Ulfi\nRohmatin begitupun dilanjutkan dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur\u2019an\nyang dibacakan oleh Aprilia Rizqan, setelah itu dilanjutkan menyanyikan lagu\nindonesia raya bersama dengan dipimpin oleh Siti Nur Mauliddiyana Putri. Dan\ntak lupa dengan adanya sambutan-sambutan yang disampaikan diantaranya oleh\nSatria Daya Wilangga selaku Ketua Pelaksana MILAD Psikologi Islam ke-2 dan\nsambutan yang disampaikan oleh Ahmad Mujahid selaku Ketua Koordinator Psikologi\nIslam. Selanjutnya yaitu yang kita tunggu-tunggu atau telah masuk pada inti\nacara ini, yang sebelumnya <em>ada Closing Ceremory<\/em> terlebih dahulu dan\nsetelah itu baru opening pelatihan\/penyampaian materi yang dipimpin dengan\nmoderator.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau\nBapak Ahmadi menyampaikan materinya dengan pengantar \u201cGlobalisasi\u201d. Karena\nGlobalisasi adalah salah satu pembentuk Ruang Publik. Globalisasi bukan\nGlobalisme, tetapi globalisasi adalah hubungan berbagai belahan dunia yang\nmenghasilkan perluasan kegiatan budaya, ekonomi, dan politik Internasional.\nSifat ruang publik itu netral tidak dimiliki siapapun dan objektif (milik orang\nsetara, milik bersama, bukan mayoritas\/orang kuat). Adapun ciri-ciri ruang\npublik yang ideal diantara yaitu, tumbuh harapan, menjaga akal sehat, memberi\nmanfaat, terjamin aman dari ancaman &amp; hal-hal tak terduga, hangat dan tidak\nmenimbulkan gaduh. Adapun batasan privat dan publik, privat itu sengaja\ndibatasi (dilanggar akan menjadi konflik) sedangkan publik ditujukan untuk\ndikonsumsi. <\/p>\n\n\n\n<p>Masa\ndepan ruang publik, mengapa diperlukan keterlibatan mahasiswa ? Dan apa peran ,\nsumbangsih nyata, dan jaminan terbaiknya jika mahasiswa terlibat ? bahkan apa\nunsur yang menjadi pembeda dari kalangan mahasiswa dan bukan mahasiswa ?. Wajib\ndiingat bahwasannya mahasiswa itu sebagai pihak terlama berproses dipendidikan,\napalagi hingga studi doktor (S3), melalui pendidikan, mahasiswa mengaktifkan\nnalar dan mendialogkannya dengan realitas. Ruang Publik Perlu Dimenangkan. Iya,\nsaat hal-hal tergadaikan oleh kepentingan. Tidak, jika inti kehidupan manusia\nbaik-baik saja. Merebut Ruang Publik bisa dengan cara mahasiswa menulis, Vlog,\naktif di medsos dll. <\/p>\n\n\n\n<p>Yang\nterakhir yaitu rekomendasi, ketika membaca,\nmendengarkan, menyaksikan sajian dengan kualitas terbaik. Biasakan dengan\nanalisis rumit, terutama ketika berpendapat untuk umat itu harus inklusif,\ntanpa merasa paling benar, apalagi memaksakan pemahaman pribadi orang lain, dan\nmenyalahkan yang tidak sepaham. Demikian itulah rangkuman materi dari Beliau\nyang&nbsp; saya sampaikan. Selanjutnya yaitu\nsesi tanya jawab atau diskusi yang diberikan peserta ke pada Bapak. Ahmadi\nFathurrahman Dardiri, M.Hum. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah sesi diskusi singkat, sharing antara pemateri dengan peserta melalui moderator, acara ini diakhiri dengan sesi penerimaan kenangan-kenangan kepada pemateri dan moderator. Dan tak lupa diakhiri dengan penutup yang disampaikan oleh MC kepada para peserta. (KMF\/HIMAPSI)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 02 Mei 2019 &#8211; keluarga mahasiswa Psikologi Islam IAIN Surakarta telah menyelenggarakan acara Public Speaking dalam rangka Milad Psikologi Islam IAIN Surakarta yang ke-2 pada pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB. Acara yang mengangkat tema \u201cMahasiswa dan Ruang Publik\u201d ini dilaksanakan di Gedung Lab Manuskrip lt.2 IAIN Surakarta. Adapun pemateri tersebut adalah Bapak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=466"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":476,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions\/476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}