{"id":866,"date":"2019-10-12T19:47:17","date_gmt":"2019-10-12T19:47:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pi.fud.iain-surakarta.ac.id\/?p=866"},"modified":"2019-11-03T19:51:35","modified_gmt":"2019-11-03T19:51:35","slug":"cbt-untuk-menangani-depresi-dalam-setting-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/2019\/10\/12\/cbt-untuk-menangani-depresi-dalam-setting-pendidikan\/","title":{"rendered":"CBT Untuk Menangani Depresi dalam Setting Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<p>Yogyakarta,12\/10\/2019. Cognitive Behavioral\nTherapy menjadi salah satu metode yang dapat diadalkan dalam penanganan\nkasus-kasus depresi karena langkah-langkahnya yang jelas dan terukur. Depresi\nsendiri dapat terjadi akibat tidak tertanganinya kecemasan-kecemasan personal\nyang mulanya bersifat wajar kemudian berkembang menjadi maladaptif. Menurunnya\nproduktivitas dalam bekerja, munculnya pikiran-pikiran negatif, masalah emosi,\nhingga&nbsp; terganggunya interaksi sosial\nmenjadi tanda-tanda yang patut diperhatikan. Kepekaan terapis menjadi penting\ndalam memahami interaksi antara pikiran, emosi, dan perilaku&nbsp; yang menjadi komponen utama dalam memahami\nmekanisme kerja CBT. <\/p>\n\n\n\n<p>Pelatihan CBT yang digagas oleh Himpunan\nPsikolog Pendidikan wilayah Yogyakarta &nbsp;dan diselenggarakan di Hotel Grand Quality\nYogyakarta &nbsp;selama &nbsp;satu hari dengan tema &nbsp;<em>Training on Cognitive Behavioral Therapy,<\/em>\nPenanganan Depresi dan Kecemasan Dalam Setting Pendidikan menjadi ajang bagi\npara praktisi di bidang terapi untuk berbagi ilmu berdasarkan\npengalaman-pengalaman menangani kasus menggunakan CBT. Tidak kurang dari 40\npeserta hadir dari latarbelakang psikolog, akademisi-psikolog, psikiater,\nmahasiswa psikologi profesi, maupun residen di fakultas kedokteran yang\nmenekuni terapi berbasis kognitif-perilaku. Dosen Prodi Psikologi Islam\nFakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta yang juga berprofesi sebagai\nPsikolog , Wakhid Musthofa berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Para peserta sangat antusias dan menilai positif kegiatan yang diawali dengan\u00a0 pengenalan tentang dasar-dasar CBT dan berbagai komponen-komponennya oleh Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog (Psikolog pada CPMH UGM). Selain itu, pada sesi kedua materi difokuskan pada formulasi sebuah kasus dan mempraktikkan berbagai teknik andalan CBT dalam membantu klien menyelesaikan <em>unfinished business<\/em> yang mempengaruhi kehidupan klien disupervisi oleh Diana Setiyawati, M.HSC. Psy, Ph.D., Psikolog (Kepala CPMH). Melalui rangkaian pelatihan-pelatihan terapi para peserta\u00a0 dapat me-<em>refresh <\/em>kembali keterampilan-keterampilan\u00a0 yang telah dipelajari selama mengenyam pendidikan profesi sekaligus memperoleh keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan dalam membantu menyelesaikan permasalahan klien yang sangat baragam dan berkembang mengikuti arus zaman. Keterlibatan akademisi dalam asosiasi profesi dan kegiatan2 semacam ini akan dapat meningkatkan kapabilitas dosen sebagai tenaga edukatif sekaligus sebagai praktisi kesehatan mental.  (Wakhid Musthofa\/PI)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta,12\/10\/2019. Cognitive Behavioral Therapy menjadi salah satu metode yang dapat diadalkan dalam penanganan kasus-kasus depresi karena langkah-langkahnya yang jelas dan terukur. Depresi sendiri dapat terjadi akibat tidak tertanganinya kecemasan-kecemasan personal yang mulanya bersifat wajar kemudian berkembang menjadi maladaptif. Menurunnya produktivitas dalam bekerja, munculnya pikiran-pikiran negatif, masalah emosi, hingga&nbsp; terganggunya interaksi sosial menjadi tanda-tanda yang patut&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/866"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":868,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/866\/revisions\/868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pi.fud.uinsaid.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}