Denpasar, 5 Februari 2025, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan dakwah melakukan kunjungan industri dalam bentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di PT. Angga Cahaya Dewata, Bali yang bertujuan untuk mengetahui pengelolan produk dan pemasaran PT. Angga Cahaya Dewata sehingga memiliki “branding” dengan keunikan budaya dan tradisi Bali.
Peserta yang hadir dalam kunjungan ini adalah 153 peserta yang terdiri dari Wakil Dekan 3 bidang Kemahasiswaan, Dr. Nur Sidik, M.Hum; Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi FUD, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi. Psikolog; Korprodi Psikologi Islam, Triyono, M,Si; Dosen Pendamping Lapangan (DPL) seperti Dr. Ernawati, M.Si., Azzah Nilawati, MA, Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog dan Mahasiswa Prodi Psikologi Islam Angkatan 2022/2023.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan dari UIN Raden Mas Said Surkarta oleh Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog, yang mengucapkan terima kasih kepada PT. Angga Cahaya Dewata atas kesediaannya menerima kunjungan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan pada tahun sebelumnya, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika karena kembali diterima dengan baik. Pada kunjungan kali kedua di PT. Angga Cahaya Dewata, mahasiswa bergarap mendapatkan pemahaman langsung tentang bagaimana pengelolan produk dan pemasaran PT. Angga Cahaya Dewata sehingga memiliki “branding” dengan keunikan budaya dan tradisi Bali.
Owner PT Angga Cahaya Dewata Bali, Ibu Kadek Imawati, S.H., menyambut baik kunjungan dari UIN Raden Mas Said Surkarta. Menurut Kadek Imawati, mahasiswa sebelum lulus harus banyak belajar sebab tidak ada yang pasti di masa depan, termasuk profesi apa yang yang akan dijalani setelah kuliah. Beliau memaparkan perjalanan usaha yang dimulai dari nol hingga mencapai kesuksesan. Melalui berbagai macam tantangan juga penyesuaian dengan keadaan, PT. Angga Cahaya Dewata dapat terus bertahan hingga saat ini. Beliau juga menyampaikan cara time management yang dilakukan sehingga bisa mengelola beberapa usaha, seperti Dewata Sport (2000), Dewata Kaos (2002), Dwix Bordir & Sablon Center (2006), Dewata Oleh-Oleh Khas Bali (2010), dan Pie Susu Dewata (2012). Ibu Kadek menjelaskan bahwa modal utama dalam berwirausaha adalah keberanian untuk memulai usaha.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa berkesempatan menggali lebih dalam terkait praktik bisnis dan psikologi industri. Sebagai bentuk apresiasi, Prodi Psikologi Islam menyerahkan kenang-kenangan secara simbolis kepada PT. Angga Cahaya Dewata. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan langsung mengenai dunia industri serta mengaplikasikan ilmu psikologi dalam konteks bisnis dan manajemen organisasi. Informasi update tentang Prodi Psikologi Islam dapat mengunjungi akun media instagram Prodi di Prodi di pi.uinsurakarta. (Dita Floreta*)