
Sukoharjo, Senin 26 Januari 2026. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung FUD ini diikuti oleh mahasiswa semester VI sebagai bagian dari persiapan strategis sebelum terjun langsung ke dunia profesional dan instansi mitra. Kegiatan pembekalan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas dan jurusan, dosen, narasumber, serta seluruh mahasiswa peserta KKL. Hadir pula Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta beserta jajaran pimpinan, Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Koordinator Program Studi Psikologi Islam, para Dosen Pembimbing Lapangan, serta narasumber pembekalan.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Psikologi Islam merupakan kegiatan observasi dan kunjungan mahasiswa ke berbagai instansi dan lembaga yang relevan dengan disiplin ilmu psikologi dan Psikologi Islam. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan relevansi antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan dinamika masyarakat serta kebutuhan nyata dunia kerja.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa KKL merupakan fase penting dalam proses pembelajaran mahasiswa Psikologi Islam. Menurutnya, KKL tidak sekadar menjadi agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa memahami secara langsung penerapan teori psikologi di lapangan. “Melalui KKL, mahasiswa belajar melihat praktik psikologi di berbagai setting sekaligus melatih kepekaan, etika, dan sikap profesional sebagai calon praktisi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman lapangan tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menentukan arah karier dan pengembangan kompetensi di masa depan.
Pelaksanaan KKL Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menekankan penguatan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan kajian psikologi dalam berbagai bidang, mulai dari psikologi perkembangan, pendidikan, industri dan organisasi, klinis, hingga sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, pembekalan dipandang sebagai prasyarat strategis agar mahasiswa memiliki kesiapan mental, akademik, dan profesional sebelum berinteraksi langsung dengan instansi mitra.
Retno Pangestuti menambahkan dengan mengusung tema “Exploring Psychology Careers: Developing Soft Skills and Networking”, kegiatan pembekalan ini dirancang untuk menjembatani teori akademik yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas lapangan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis pelaksanaan KKL, tetapi juga mampu membangun sikap adaptif, komunikatif, dan bertanggung jawab selama menjalani kegiatan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dalam sambutannya mendorong mahasiswa untuk memiliki pandangan yang lebih luas terhadap peluang KKL, termasuk membuka diri terhadap kemungkinan pelaksanaan KKL internasional di masa mendatang. Menurutnya, tantangan global menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki keberanian, daya saing, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja lintas budaya. Dekan juga menyampaikan tiga pesan utama bagi mahasiswa. Pertama, mahasiswa diharapkan mampu menjadi seperti “pohon yang kuat”, yakni mampu menyerap nilai dan pengalaman positif dari lingkungan KKL. Kedua, pentingnya sikap saja’ah atau keberanian untuk keluar dari zona nyaman, bertanya, dan menghadapi tantangan baru. Ketiga, menjaga integritas serta etika profesional sebagai cerminan identitas mahasiswa Psikologi Islam.

Kegiatan pembekalan ini menghadirkan narasumber utama Hentyn Drajad Rudyarwaty, M.Psi., Psikolog, Manajer Departemen SDM dan Hukum RS Mata “Dr. YAP” Yogyakarta. Dalam paparannya, ia mengulas fenomena kesenjangan keterampilan (skills misalignment) yang kerap dialami lulusan baru saat memasuki dunia kerja. Mengacu pada data OECD dan World Economic Forum (WEF), ia menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini lebih menekankan penguasaan human dan adaptive skills dibandingkan semata keterampilan akademik. “Karier bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan panjang yang melibatkan proses, harapan, dan pengalaman berharga,” jelasnya. Ia menekankan empat keterampilan utama yang perlu dimiliki mahasiswa, yaitu information awareness, thinking ability, social behavior, dan optimism.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan skill dan passion serta mengenali kelebihan dan kekurangan diri sebagai dasar pengembangan karier. Pada sesi akhir, mahasiswa mengikuti praktik personal branding untuk melatih kemampuan memperkenalkan diri, menyampaikan potensi, dan membangun citra profesional. Kegiatan ditutup dengan refleksi melalui lagu “Manusia Kuat” dan “Senyumlah”, yang mengajak mahasiswa menyadari bahwa setiap individu memiliki ketangguhan untuk berdiri di atas kaki sendiri serta pentingnya mensyukuri proses kehidupan sebagai bagian dari perjalanan karier dan pengembangan diri.

Secara teknis, kegiatan pembekalan diawali dengan sesi informal yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi Psikologi Islam terkait mekanisme pelaksanaan dan penyusunan laporan KKL. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa wajib menyusun laporan kegiatan KKL dalam dua bentuk, yaitu logbook (catatan harian) dan esai, dengan format penulisan yang mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan. Logbook berisi catatan aktivitas harian mahasiswa selama pelaksanaan KKL, yang mencantumkan rincian kegiatan, waktu pelaksanaan, serta dokumentasi singkat sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan. Sementara itu, laporan esai disusun dalam bentuk tulisan reflektif atau analisis kritis yang memuat pengalaman belajar mahasiswa, keterkaitan antara teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik di lapangan, serta alternatif solusi atas permasalahan yang ditemui selama kegiatan KKL berlangsung. Pada sesi penutup, panitia bersama biro perjalanan menyampaikan pembagian kelompok sekaligus memberikan penjelasan teknis terkait keberangkatan peserta KKL.

Melalui Pembekalan KKL Tahun 2026 ini, Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta meneguhkan komitmennya untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental, adaptif, dan profesional dalam mengaplikasikan keilmuan psikologi di tengah masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dapat diakses melalui akun resmi Instagram di pi.uinsurakarta. (Elga, dkk*)