Sukoharjo, Kamis, 30 Januari 2025 bertempat di di Aula SBSN lt 1, Prodi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun 2025. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah tema: Well-being: Islamic Psychology Perspective (Dari konsep, Penelitian hingga Penerapannya) memiliki tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang konsep well-being, dalam perspektif psikologi Barat dan Islam berikut contoh penerapannya dalam kehidupan serta aplikasi dalam riset mahasiswa. Juga mengetahui tentang peran Psikologi Islam dalam mewujudkan well-being di masyarakat. Bertindak sebagai narasumber adalah Faqih Purnomosidi, M.Psi, Dosen Psikologi di Universitas Sahid Surakarta dan Vera Imanti, M.Psi. Psikolog, Dosen Psikologi UIN Raden Mas Said Surakarta. Hadir dalam kegiatan ini adalah Dekan dan Wakil Dekan, Kajur dan Sekjur Psikologi dan Psikoterapi, Korprodi dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 153 mahasiswa Psikologi Islam Angkatan 2022/2023.
Korprodi Psikologi Islam, Triyono M.Si saat memberikan sambutan menyebut bahwa Kuliah Kerja Lapang (KKL) bertujuan agar mahasiswa mendapatkan wawasan secara langsung tentang penerapan teori-teori psikologi melalui kunjungan dan observasi ke lembaga/mitra yang menerapkan teori-teori Psikologi/Psikologi Islam dalam aktivitas kerjanya. Dalam konteks tujuan KKL tahun ini, Prodi Psikologi Islam mencoba menggali berbagai kearifan dan kebijaksanaan tentang upaya-upaya peningkatan well-being masyarakat. Hal senada juga juga disampaikan oleh Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi.,Psikolog, yang menyebutkan bahwa KKL menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, di mana mereka memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan akademik dalam konteks dunia kerja. Kegiatan ini membuka pintu bagi mahasiswa untuk menjelajahi berbagai instansi dan lembaga yang relevan dengan bidang studi, memperluas wawasan mereka tentang aplikasi praktis dari teori-teori yang dipelajari, serta memperdalam pemahaman tentang dinamika interaksi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia kerja.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr.H. Kholilurrahman, M.Si., saat sambutan pembukaan acara menyebut bahwa tantangan mahasiswa di semester 6 cukup berat, termasuk pada mahasiswa Prodi Psikologi Islam. Jika pada tahun pertama masih asyik mengenal dunia kampus, tahun kedua mulai membangun relasi dan memperkuat kompetensi diri, maka di tahun ketiga adalah pengembangan diri atau kompetensi yang sesuai bidang keilmuan melalui berbagai program terencana seperti praktikum mata kuliah dan KKL/PPL (Magang). Adapun di tahun keempat bersiap untuk lulus untuk menjalani kehidupan nyata dengan bekal kompetensi akademik-non akademik di kampus, melalui KKN dan tugas akhir (skripsi/jurnal). Dalam Islam ada istilah hifz nafs (penjagaan jiwa) dan ḥifẓ al ‘aql (penjagaan akal), juga ḥifẓ al-din (penjagaan agama), ḥifẓ al-nasl (penjagaan keturunan), dan ḥifẓ al-māl (penjagaan harta).Kelima pemeliharaan ini harus dipenuhi untuk tegaknya kehidupan manusia yang maslahat. “Dengan banyaknya program pengembangan diri untuk meningkatkan kompetensi akademik, mahasiswa Prodi Psikologi Islam semester 6 harus selalu menjaga kesehatan fisik dan mental-nya.” Ujar Pak Kholil.
Acara dilanjutkan dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan Fakultas Sosial, Humaniora dan Seni Universitas Sahid Surakarta. Dengan ditandatangani MoA kedua belah pihak ke depannya dapat saling bersinergi dalam mendukung dalam pengembangan Ilmu Psikologi/Psikologi Islam pada Prodi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta - Prodi Psikologi Fakultas Sosial, Humaniora dan Seni Universitas Sahid Surakarta dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan dimoderatori Mahasiswa Psikologi Islam, Ferdinanto, acara dilanjutkan dengan sesi pembekalan oleh pemateri yaitu Faqih Purnomosidi, M.Psi dan Vera Imanti, M.Psi. Psikolog. yang menjelaskan tentang konsep-konsep well-being dari perspektif Psikologi Barat dan Islam. Menurut Faqih, Well-being adalah kondisi seseorang yang merasa bahagia, puas, dan sehat secara fisik dan mental. Well-being juga dapat diartikan sebagai kesejahteraan atau kebahagiaan. Dalam agama Islam, Imam Al-Ghazali mengembangkan konsep kesejahteraan spiritual dalam karya-karyanya seperti Ihya' Ulum al-Din. Al-Ghazali menekankan pentingnya hubungan dengan Tuhan dan pengendalian diri untuk mencapai kebahagiaan spiritual. Artinya perlu penekanan hati yang bersih, pengendalian diri, dan kedekatan dengan Allah untuk mencapai kesejahteraan sejati. Vera Imanti menyebut well-being dalam Islam berupa penghambaan kepada Allah, hidup bermakna, mengetahui tujuan hidup, menjalani kehidupan selaras dg ajaran Islam, mencakup hati yg bersih, sabar, syukur, tawakal, dan ikhlas. Mengingat bahwa kondisi zaman now, yang rentan pada masalah kesehatan mental. Maka, bagi mahasiswa Psikologi Islam tema tentang well-being sangat relevan untuk diteliti.
Acara kemudian dilakukan dengan penyampaian terkait teknis KKL seperti penyampaian buku panduan yang dapat diakses melalui klik serta pelaporan KKL. Juga Penjelasan teknis lain dari panitia dan Biro Perjalanan dalam menunjang kelancaran kegiatan KKL. Selanjutnya
Mahasiswa akan melaksanakan KKL di Bali Tanggal 3-7 Februari 2025 di lembaga/instansi dalam berbagai setting psikologi, seperti PIO, Klinis, Sosial dan Pendidikan. Informasi update tentang Prodi Psikologi Islam dapat mengunjungi akun media instagram Prodi di pi.uinsurakarta (Tj*)