05 April 2022

FGD Penyusunan Kurikulum KKNI Berbasis OBE Terintegrasi MBKM

Sukoharjo – Selasa, 5 April 2022, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) intensif dalam rangka akselerasi pengembangan kurikulum. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut strategis dari FGD penyusunan visi dan misi program studi yang telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pendidikan tinggi yang menuntut kurikulum lebih adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Penyelenggaraan FGD ini dilakukan oleh Tim Penyusun Kurikulum Program Studi Psikologi Islam yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Nomor 1775A Tahun 2022. Tim ini memiliki mandat utama untuk memastikan kelancaran administrasi dan teknis penyusunan kurikulum yang akan menjadi fondasi akademik prodi.

Dalam tahap penyiapan, Tim Perumus memulai dengan melakukan evaluasi kurikulum pertama dan melaksanakan tracer study yang komprehensif terhadap alumni serta pengguna lulusan. Penelusuran ini dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari kuesioner pada pertemuan alumni, kunjungan langsung, hingga optimalisasi media sosial dan jaringan Ikatan Alumni Psikologi Islam (ILUPSI).

Hasil tracer study menunjukkan bahwa mayoritas lulusan telah terserap pada bidang yang relevan, seperti staf HRD, guru BK, konselor, hingga content creator. Meski demikian, tim mencatat beberapa masukan strategis, seperti perlunya penguatan kompetensi penggunaan alat tes psikologi aplikatif, peningkatan keterampilan konseling, serta dorongan sertifikasi kompetensi BNSP di bidang psikologi.

Selanjutnya, tim memfokuskan pembahasan pada tiga pilar utama pengembangan kurikulum. Pertama adalah implementasi MBKM sebagai amanat nasional untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap kemajuan IPTEK dan selaras dengan kebutuhan dunia industri. Kedua adalah penerapan Outcome Based Education (OBE) yang menggeser fokus pembelajaran pada capaian luaran kompetensi nyata yang dibutuhkan di dunia profesional. Ketiga adalah penguatan standar sesuai kebijakan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta standar dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI.

Rujukan standar ini berdampak pada penyesuaian profil lulusan dan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, serta keterampilan umum dan khusus. Sebagai dasar penentuan mata kuliah, tim menyusun Body of Knowledge (BoK) yang mengintegrasikan tiga domain utama: psikologi, keislaman, serta keindonesiaan dan kearifan lokal. Ketiga domain ini diturunkan menjadi 23 bahan kajian strategis, mulai dari sejarah aliran psikologi, biopsikologi, hingga pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan. Seluruh bahan kajian tersebut dirancang secara integratif agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan budaya yang kuat. Seluruh hasil kerja intensif tim penyusun ini direncanakan akan difinalisasi dalam Workshop Review Kurikulum pada 23 Mei 2022. Melalui transformasi kurikulum yang sistematis ini, Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdistingsi kuat, dan mampu menjawab tantangan di era Society 5.0. (Wakhid

FGD Penyusunan Kurikulum KKNI Berbasis OBE Terintegrasi MBKM