Sukoharjo, Rabu, 12 Maret 2025 — Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam 2025 (HMPS PI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menyelenggarakan NGOPSI 1 (Ngobrol Psikologi Asik) dengan tema “Healing Jiwa di Bulan Suci : Ngobrol Seru tentang Psikologi Klinis untuk Ketenangan Hati” yang bertempat di Aula FUD lantai 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini dihadiri oleh 20 peserta dari Mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dan juga dari pengurus HMPS PI 2025. NGOPSI kali ini menghadirkan R. Yuli Budi Rahayu, M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta) sebagai pemateri, dengan Mia Kultsum Safitri (Pengurus HMPS PI 2025) sebagai moderator.
Acara dibuka langsung oleh moderator pada pukul 16.00 WIB. Moderator memandu acara dengan menyambut peserta terlebih dahulu menggunakan ice breaking. Acara selanjutnya yaitu pemaparan materi yang disampaikan langsung oleh Ibu R. Yuli Budi Rahayu, M.Psi., Psikolog.
R. Yuli Budi Rahayu, M.Psi., Psikolog, dalam paparannya menyebutkan tentang penanganan menghadapi masalah. Masalah adalah kenyataan atau realita yang tidak sesuai dengan yang diharapkan atau suatu keadaan yang wajib diselesaikan. Prinsip menghadapi masalah yaitu diantaranya memiliki pemikiran bahwasanya setiap masalah pasti memiliki solusi, masalah hanya diberikan kepada orang yang sanggup menyelesaikannya, dan setiap orang yang ingin naik derajatnya wajib memiliki masalah. Dalam menghadapi masalah penting untuk kita mengasah hati demi menciptakan ketenangan batin. Hati yang baik akan membawa kebaikan dalam hidup, sementara hati yang buruk akan menimbulkan berbagai masalah. Banyak dari kita merasa tidak cukup, membandingkan diri dengan orang lain, dan sulit menerima keadaan. Hal ini sering membuat hidup terasa sempit dan penuh beban. Dari sini beliau juga memberi solusi yang bisa digunakan peserta dalam menghadapi berbagai permasalah diantaranya yaitu menerima diri sendiri dengan ridho, berserah diri kepada Allah melalui tawakal, memperbanyak rasa syukur, dan ikhlas tanpa menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Memaafkan diri sendiri dan orang lain juga menjadi kunci untuk membebaskan hati dari amarah, dendam, dan kesedihan. Ketenangan hati ini dapat diraih dengan memperbaiki diri, berteman dengan orang baik, dan selalu curhat kepada Allah SWT, menyadari bahwa kita adalah hamba yang lemah dan sepenuhnya bergantung pada-Nya.
Setelah penyampaian materi, acara berlanjut pada sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri, dilanjutkan dengan pembagian sertifikat kepada pemateri sekaligus kepada moderator lalu ditutup dengan sesi foto bersama. Kami berharap dengan adanya acara ini dapat menjadikan para Mahasiswa khususnya Mahasiswa Psikologi Islam untuk bisa lebih dewasa dan bijak dalam menyelesaikan berbagai permasalah an yang dihadapi. Kami mengucapkan terimakasih kepada narasumber, moderator, peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Semoga NGOPSI ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperdalam pengetahuan tentang dunia Psikologi. Sampai jumpa diacara berikutnya. (Lubna Ma’shumah*)