Nala Aprilia, mahasiswa program studi Psikologi Islam dari UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan terpilih sebagai Selected Delegate (Observer) dalam Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa, COP27 UN Climate Conference. Kegiatan prestisius ini diselenggarakan oleh UNFCCC pada tanggal 14–18 November 2022 di Sharm el-Sheikh, Mesir. Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari bidang psikologi, mampu berkontribusi dalam isu global yang krusial seperti perubahan iklim.
Sebagai observer delegate, Nala memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai sesi diskusi tingkat tinggi, panel internasional, serta forum kolaboratif yang mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, aktivis lingkungan, dan organisasi global. Peran ini tidak hanya sekadar menghadiri, tetapi juga menyerap berbagai perspektif lintas negara mengenai kebijakan, strategi mitigasi, dan adaptasi terhadap krisis iklim yang semakin mendesak. Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa psikologi menjadi penting untuk membawa sudut pandang perilaku manusia, kesadaran lingkungan, serta aspek psikologis dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
Keikutsertaan dalam COP27 juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika negosiasi internasional serta kompleksitas pengambilan keputusan dalam isu perubahan iklim. Berbagai topik utama seperti pengurangan emisi karbon, pendanaan iklim, hingga keadilan iklim bagi negara berkembang menjadi fokus pembahasan yang memperkaya wawasan akademik dan praktis. Pengalaman ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu psikologi dengan isu-isu global, khususnya dalam membangun perilaku pro-lingkungan di masyarakat.
Lebih dari sekadar pencapaian individu, prestasi ini juga menjadi representasi kontribusi generasi muda Indonesia dalam percaturan global. Nala menunjukkan bahwa disiplin ilmu psikologi memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan perubahan iklim, terutama dalam aspek perubahan perilaku, pengambilan keputusan, dan pembangunan kesadaran kolektif. Hal ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani melangkah ke panggung internasional dan mengambil peran aktif dalam isu-isu global.
|
|
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap keberlanjutan, partisipasi Nala di COP27 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun gerakan yang lebih luas di tingkat nasional. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama konferensi diharapkan dapat diimplementasikan dalam berbagai inisiatif lokal, seperti edukasi masyarakat, kampanye lingkungan, hingga penelitian berbasis psikologi yang mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim. Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.