Lebanon – Komitmen generasi muda Indonesia dalam memperjuangkan keadilan iklim kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat global. Nala Aprilia, seorang mahasiswa psikologi, berhasil terpilih sebagai salah satu dari tujuh perwakilan Indonesia yang mengikuti Climate Justice Camp di Lebanon melalui skema fully funded oleh Greenpeace MENA. Tidak hanya berpartisipasi, Nala juga meraih penghargaan bergengsi Best Delegate dalam kegiatan yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 2 September 2023 tersebut.
Climate Justice Camp merupakan forum internasional yang mempertemukan 450 pemuda dari lebih dari 100 negara, khususnya dari kawasan Global South. Kawasan ini menjadi fokus utama karena merupakan wilayah yang paling terdampak oleh krisis iklim, mulai dari kenaikan suhu global hingga bencana lingkungan yang semakin intens. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami isu iklim secara komprehensif, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing. Para peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga dilatih untuk merumuskan solusi nyata serta mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai rangkaian aktivitas yang mendorong kolaborasi lintas budaya. Mulai dari sesi perkenalan antarnegara, diskusi kelompok, hingga kegiatan berbasis praktik seperti pengelolaan dan daur ulang sampah. Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi Nala, terutama terkait kompleksitas permasalahan sampah di Indonesia yang ia nilai masih menjadi tantangan besar. Selain itu, kegiatan “Night Lively” menjadi momen reflektif di mana para peserta saling berbagi cerita tentang perjalanan mereka dalam mengadvokasi isu lingkungan di negara masing-masing, membangun rasa empati, solidaritas, dan kesadaran kolektif yang kuat.
Keunggulan Nala Aprilia terlihat dari keterlibatannya yang aktif dan konsisten dalam setiap sesi. Ia mampu menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui perspektif psikologi, dengan menekankan pentingnya perubahan perilaku individu dan kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis iklim. Pendekatan ini dinilai relevan dan strategis, mengingat akar dari banyak permasalahan lingkungan berkaitan erat dengan perilaku manusia. Selain itu, kemampuannya dalam membangun komunikasi dan kolaborasi lintas budaya turut menjadi nilai tambah yang signifikan di tengah forum internasional tersebut.
Penghargaan Best Delegate diberikan kepada peserta dengan performa paling unggul secara keseluruhan, mencakup aspek partisipasi aktif, kepemimpinan, kualitas kontribusi, serta dampak yang dihasilkan selama kegiatan. Prestasi yang diraih Nala tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mencerminkan kapasitas dan daya saing mahasiswa Indonesia di tingkat global, khususnya dalam isu keberlanjutan dan keadilan sosial.
Partisipasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih terlibat dalam isu perubahan iklim. Keberhasilan Nala Aprilia menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner, termasuk psikologi, memiliki peran yang krusial dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, empati, dan aksi nyata, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak dalam mewujudkan masa depan bumi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui tautan berikut: https://poweredbyroots.org/highlights/climate-justice-camp-lebanon