
Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental remaja melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada Rabu 29 April 2026 pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, Colomadu. Kegiatan ini mengusung tema membangun grit akademik pada siswa agar mampu resilien dalam menghadapi tantangan di sekolah. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan akademik dan dinamika psikologis yang dihadapi siswa di era saat ini. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar yang menekankan pentingnya kesiapan mental dalam proses belajar. Suasana kemudian dibuat lebih hidup melalui sesi ice breaking yang interaktif dan menyenangkan. Sesi ini dirancang untuk membangun kedekatan, meningkatkan energi positif, serta mendorong keberanian siswa untuk terlibat aktif. Hasilnya, siswa tampak lebih antusias dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.
Materi utama disampaikan oleh Hj. Elvi Naimah Lc. M.Ag, Vera Imanti M.Psi Psikolog, serta Maharani Tyas Budi M.Psi Psikolog. Para narasumber mengangkat perspektif psikologi dan nilai keislaman secara terpadu. Pemateri menjelaskan bahwa setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapi siswa bukanlah hambatan semata, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan penguatan mental. Siswa diajak memahami konsep grit sebagai kemampuan untuk tetap bertahan, konsisten, dan tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan jangka panjang. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada konsep growth mindset yang menekankan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan pembelajaran dari kesalahan. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh siswa. Narasumber juga mengajak siswa melihat hubungan antara pola pikir, emosi, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diberikan contoh konkret bagaimana pikiran negatif dapat memicu rasa cemas dan menghambat tindakan, serta bagaimana mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih adaptif. Dalam sesi ini, siswa diajak untuk menggeser cara pandang dari overthinking menuju overgrowing, yaitu menjadikan setiap pengalaman sebagai peluang untuk bertumbuh.

Kegiatan semakin dinamis dengan adanya sesi refleksi dan diskusi interaktif. Siswa diberi ruang untuk membagikan pengalaman pribadi terkait kegagalan, rasa tidak percaya diri, serta tekanan akademik yang mereka rasakan. Diskusi ini membantu siswa menyadari bahwa pengalaman tersebut merupakan hal yang umum dan dapat dikelola dengan strategi yang tepat. Narasumber kemudian memberikan penguatan berupa langkah-langkah praktis seperti mengubah self talk menjadi lebih positif, berfokus pada proses belajar, serta membangun kebiasaan tidak mudah menyerah. Peran fasilitator mahasiswa yaitu Nurul Aini dan Rismadyani Dwi Pusparini turut mendukung keberhasilan kegiatan ini. Fasilitator aktif mendampingi siswa dalam diskusi kelompok kecil, membantu mengarahkan alur pembahasan, serta memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat. Pendampingan ini membuat suasana diskusi menjadi lebih inklusif dan mendorong partisipasi yang merata di antara siswa.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana terlihat hidup dan penuh interaksi. Siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, menjawab pertanyaan, serta mengikuti setiap sesi dengan serius namun tetap santai. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Melalui kegiatan ini, Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya grit akademik dan resiliensi sebagai bekal menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat secara mental, mampu beradaptasi, serta terus berkembang menghadapi perubahan zaman.