23 May 2022

Pertegas Identitas Keilmuan, Prodi Psikologi Islam FUD UIN Raden Mas Said Tajamkan Visi Kesejahteraan Psikologis

Surakarta, 23 Mei 2022 – Koordinator Program Studi Psikologi Islam bersama dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menghadiri kegiatan Workshop Review Kurikulum yang diselenggarakan di lingkungan FUD. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand HAP Surakarta ini menjadi respons strategis terhadap pesatnya perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, serta kebijakan pemerintah terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

Workshop ini sekaligus menjadi momentum penting bagi fakultas dalam melakukan standarisasi mutu pendidikan di seluruh program studi. Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga alumni turut ambil bagian. Agenda tersebut difokuskan pada pemetaan strategi pembelajaran di perguruan tinggi agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan efektif, terarah, dan terukur.

Dekan FUD, Dr. Islah, dalam arahannya menegaskan pentingnya setiap program studi memiliki identitas keilmuan (scientific vision) yang jelas dan kuat. Ia menekankan bahwa kurikulum tidak hanya harus adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga mampu mempertegas spesialisasi masing-masing program studi guna menghindari tumpang tindih keilmuan. “Setiap prodi perlu memiliki distingsi yang tegas, terutama pada rumpun keilmuan yang berdekatan seperti Psikologi Islam, Bimbingan Konseling Islam, serta Tasawuf dan Psikoterapi,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Program Studi Psikologi Islam memanfaatkan forum ini untuk menajamkan kembali visi dan misi keilmuan sebelum memasuki tahap teknis review kurikulum. Upaya ini dilakukan guna memastikan profil lulusan yang lebih spesifik, kompetitif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, prodi telah melakukan kajian komprehensif dengan mempertimbangkan aspek internal dan eksternal. Dari sisi internal, penelitian dosen dan mahasiswa banyak berfokus pada dinamika psikologis masyarakat Surakarta yang dipengaruhi budaya Jawa dan nilai-nilai Islam. Sementara itu, dari sisi eksternal, masukan stakeholder dan alumni menekankan pentingnya kompetensi khas Psikologi Islam, khususnya dalam intervensi psikologis berbasis nilai Islam dan budaya lokal.

Perkembangan teknologi informasi juga menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan arah keilmuan program studi. Prodi aktif mengikuti berbagai forum akademik untuk memperbarui perspektif keilmuan, di antaranya melalui Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia baik di tingkat pusat maupun wilayah Jawa Tengah (Forkom), serta forum Psikologi dan Psikologi Islam PTKIN melalui K2P PTKI. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak UPPS dan rektorat guna memastikan keselarasan dengan visi dan misi fakultas serta universitas.

Dalam sesi diskusi pada forum Workshop Review Kurikulum ini, Prodi Psikologi Islam melibatkan pakar dan pengguna lulusan (user) guna memperkaya perspektif. Setelah mendapatkan berbagai masukan strategis dari pakar, mitra/stakeholder, serta alumni dan mahasiswa, prodi kemudian menyusun arah pengembangan keilmuan yang lebih tajam.

Hasil dari rangkaian proses tersebut melahirkan rumusan visi baru Program Studi Psikologi Islam, yaitu: “Menjadi Program Studi yang Unggul dan Inovatif dalam Penyelenggaraan Pendidikan Psikologi Islam berbasis Akhlakul Karimah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Indonesia pada 2034.”

Visi ini disusun selaras dengan visi universitas dan fakultas yang sama-sama menekankan keunggulan, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Penekanan pada kesejahteraan psikologis (psychological well-being) menjadi ciri khas utama yang membedakan Psikologi Islam dari disiplin psikologi pada umumnya.

Ke depan, visi tersebut akan menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum, penyusunan materi ajar, serta arah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, lulusan Psikologi Islam diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, FUD UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal. (Wakhid Musthofa*)

 

Pertegas Identitas Keilmuan, Prodi Psikologi Islam FUD UIN Raden Mas Said Tajamkan Visi Kesejahteraan Psikologis