30 April 2024

Pra KKL, Prodi Psikologi Islam Adakan Pembekalan KKL Bertema “Local Wisdom for Human Well-being"

 

Sukoharjo, Selasa, 30 April 2024 bertempat di  di Aula SBSN lt 1, Prodi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun 2024. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah "Model Intervensi Psikologi Berbasisi Islam-Budaya Jawa dalam Penanganan Problematika Psikologi Manusia Modern" dengan nara sumber  Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Guru Besar Bidang Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Peserta kegiatan ini adalah dosen psikologi islam dan 160-an mahasiswa Psikologi Islam Angkatan 2021/2022.

Korprodi Psikologi Islam, Triyono M.Si saat memberikan sambutan menyebut bahwa Kuliah Kerja Lapang (KKL) bertujuan agar mahasiswa mendapatkan wawasan secara langsung tentang penerapan teori-teori psikologi. Kegiatan KKL mahasiswa Psikologi Islam dilakukan melalui kunjungan dan observasi ke lembaga/mitra yang menerapkan teori-teori Psikologi/Psikologi Islam dalam aktivitas kerjanya.  Menurut Triyono, kegiatan pembekalan menjadi bagian dari pengelola Prodi untuk memberikan bekal awal kepada mahasiswa sebelum pelaksanaan KKL yang pada tahun 2024  ini akan dilakukan di Surabaya dan Bali tanggal 13-17 Mei 2024. Materi pembekalan disesuaikan dengan tema besar KKL tahun 2024 yaitu "Local Wisdom for Human Well-being". Harapannya mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang ragam kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai basis intervensi psikologi.

Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi.,Psikolog, saat sambutan kedua menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, di mana mereka memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah ke dalam konteks dunia nyata. Kegiatan ini membuka pintu bagi mahasiswa untuk menjelajahi berbagai instansi dan lembaga yang relevan dengan bidang studi mereka, memperluas wawasan mereka tentang aplikasi praktis dari teori-teori yang dipelajari, serta memperdalam pemahaman tentang dinamika interaksi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia kerja.

Dengan dimoderatori dosen Psikologi Islam, Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog., pada sesi penyampaian materi pembekalan, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog,  menyampaikan bahwa dalam melakukan intervensi jangan hanya berfokus pada penyembuhan saja, tetapi sehatkan juga orangnya, dan juga setiap orang tidak cukup memiliki jiwa yang sehat, tetapi juga harus memiliki kebersihan dan kesucian dalam jiwanya. Kebersihan jiwa dapat dilakukan dengan menerapkan terapi tombo ati yang dicetuskan oleh Sunan Bonang, yaitu membaca Al-Qur'an, dzikir, berkumpul dengan orang yang sholeh, sholat malam, dan berpuasa. Dalam konteks psikologi, terdapat kebutuhan yang mendesak untuk mengembangkan model-model intervensi yang mempertimbangkan dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan spiritualitas dalam praktik klinis. Di Indonesia, khususnya di Jawa, budaya dan nilai-nilai Islam telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, dalam praktik intervensi psikologis, terkadang kurangnya pengakuan terhadap kekayaan budaya dan spiritualitas lokal dapat mengakibatkan ketidakcocokan antara metode intervensi yang digunakan dengan konteks budaya masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan model intervensi psikologi yang berbasis Islam dan budaya Jawa menjadi relevan dalam upaya memperluas cakupan dan efektivitas layanan kesehatan mental di Indonesia.

Acara kemudian dilakukan dengan penyampaian terkait teknis KKL dan ditutup dengan pembagian sertifikat kepada peserta dan juga pemateri.(Maharani)

 

Pra KKL, Prodi Psikologi Islam Adakan Pembekalan KKL Bertema “Local Wisdom for Human Well-being"