Surakarta, 26 Mei 2026 — Empat mahasiswa Program Studi Psikologi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, secara resmi ditarik kembali oleh pihak kampus setelah menyelesaikan program magang akademik di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Surakarta. Prosesi penarikan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat BNNK Surakarta.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Azzah Nilawaty selaku Dosen Pembimbing Magang dari UIN Raden Mas Said Surakarta, Masriya Kumala, S.IP., M.Si., selaku Kepala Subbagian (Kasubag) Umum BNNK Surakarta, serta Heri Susanto, S.H., selaku penanggung jawab peserta magang di BNNK Surakarta. Program magang akademik ini berlangsung selama hampir dua bulan, terhitung sejak 1 April hingga 26 Mei 2026.
Selama periode magang, keempat mahasiswa menerapkan sistem rotasi divisi setiap minggu. Langkah ini bertujuan agar para praktikan dapat memahami secara komprehensif alur kerja BNN dari sudut pandang psikologi. Berbagai kegiatan strategis telah diikuti mahasiswa, di antaranya terjun langsung dalam penyuluhan masyarakat, melakukan observasi pada proses Tim Asesmen Terpadu (TAT) bagi penyalahguna narkotika, hingga merancang dan mengeksekusi program psikoedukasi berupa talkshow pencegahan narkoba yang digelar di Solo Grand Mall.
Dosen Pembimbing Magang UIN Raden Mas Said Surakarta, Azzah Nilawaty, menyampaikan apresiasi mendalam kepada instansi mitra. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, bimbingan, dan pendampingan yang luar biasa dari seluruh jajaran BNNK Surakarta terhadap para mahasiswa kami selama proses magang ini," ujarnya.
Sambutan baik juga disampaikan pihak BNNK Surakarta yang mengapresiasi kontribusi aktif mahasiswa selama bertugas. Dalam arahannya, Masriya Kumala selaku Kasubag Umum BNNK Surakarta berpesan agar bekal yang telah didapat mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kantor semata. "Ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan selama di BNN hendaknya dapat dibawa keluar, diaplikasikan ke dunia nyata, serta disebarluaskan melalui media sosial sebagai agen perubahan," tuturnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengambil langkah pencegahan narkoba di lingkungan sekitar, seperti melalui pemasangan banner edukatif maupun pemanfaatan media iklan televisi mengenai bahaya narkoba.
Penarikan magang ini bukan menjadi akhir dari hubungan kedua belah pihak. Sebagai bentuk keberlanjutan sinergi dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), UIN Raden Mas Said Surakarta dan BNNK Surakarta kini tengah merencanakan peningkatan kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA) yang semula berada di tingkat program studi untuk diangkat ke tingkat universitas. (Najwa)