15 December 2024

Behaviorisme dan Psikoanalisis: Dua Pilar Berbeda dalam Psikologi

                                                                                                                            Oleh: Mareta Salsabila*

 Psikologi bukanlah ilmu yang asing lagi bagi khalayak ramai. Siapa sih yang asing terhadap ilmu ini? Istilah Psikologi berasal dari bahasa Yunani yang muncul pada sekitar tahun 16 dan berasal dari kata “psyche” yang memiliki makna “jiwa” dan “logos” yang memiliki makna pengetahuan. Secara literal, psikologi berarti ilmu jiwa yang membahas tentang tingkah laku dan proses berpikir manusia. Pengetahuan psikologi juga berkaitan dengan hubungan antar manusia. Jenis pengetahuan ini bersifat abstrak dan tergolong sulit untuk dipahami sehingga sulit diterapkan secara objektif. Objektivitas kini menjadi syarat utama ilmu pengetahuan. Artinya harus terukur dan dibuktikan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, manusia cenderung mempelajari material jiwa dalam bentuk tindakan. Keadaan mental seseorang menjadi latar belakang tindakannya. Kita dapat memahami keadaan mental seseorang dengan mempelajari tingkah lakunya. Berbeda dengan jiwa, perilaku ini dapat diukur secara objektif dan diwujudkan dengan cara tertentu. Oleh karena itu, definisi ini memenuhi persyaratan psikologi sebagai ilmu (Martini, 2014).

Psikologi memiliki berbagai aliran untuk memahami perilaku manusia yang mana setiap pandangan ini menyarankan partisipasi untuk memahami perilaku manusia. Setiap aliran ini tidak hanya membantu mendiagnosis dan mengobati, tetapi juga memperluas pemahaman kita tentang sifat manusia, interaksi sosial, dan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya. Ada banyak sekali pembagian jenis-jenis aliran dalam psikologi, dikarenakan oleh perbedaan pada fokus tiap-tiap aliran. Aliran itu diantaranya, Strukturalisme, Fungsionalisme, Asosiasionisme, Psikoanalisis, Behaviorisme, Hormik, Gestalt, Humanistik, dan Kognitif (Abraham, 2019). Namun, pada kali ini, akan dibahas mengenai dua aliran psikologi saja yaitu, Behaviorisme dan Psikoanalisis. 

Psikologi Behaviorisme menyatakan bahwa seorang individu harus menjadi subjek perkembangan psikologis. Psikologi Behaviorisme juga merupakan salah satu subbidang psikologi yang berfokus pada individu dan membahas masalah mental dan tidak memfokuskannya pada aspek-aspek mental. Aliran ini lebih sering dikenal sebagai teori pembelajaran karena memandang setiap tindakan suatu organisme sebagai efek dari lingkungannya. Aliran ini juga tidak berupaya menentukan apakah itu baik atau buruk dan rasional atau emosional. Sebaliknya, ia berupaya memahami bagaimana faktor lingkungan membentuk perilaku manusia. Menurut aliran ini, manusia lebih cenderung dilihat sebagai produk interaksi antara stimulus dan respon dengan lingkungan. Teori ini berkembang sebagai teori psikologi yang pembelajarannya berdampak pada evolusi teori pendidikan (Mu’minin et al., 2022). Ada beberapa aspek yang menarik dari psikologi behavior.  Pertama, aliran ini memberikan penjelasan yang jelas dan dapat diukur tentang perilaku manusia dengan data dan hasil yang dapat diukur. Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep pemaksaan dan hukuman dalam perilaku. Kedua, psikologi perilaku memberi alat yang dapat digunakan untuk mengubah perilaku. Namun, metode ini memiliki keterbatasan, salah satu kritik utama terhadap psikologi behavior adalah kecenderungannya untuk mengabaikan komponen internal seperti kognisi dan emosi. Selain itu, ada hubungan antara perilaku dan psikologi dalam konteks sosial. Dalam dunia yang semakin kompleks, elemen sosial dan budaya juga memainkan peran yang signifikan dalam membentuk perilaku seseorang. Psikologi perilaku memiliki beberapa aspek yang menarik.

Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang pengetahuannya berfokus pada dinamika, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, dan pentingnya pengalaman saat masih kanak-kanak dalam mengembangkan keterampilan interpretasi awal dan masalah kesehatan mental. Psikoanalisis juga merujuk pada model psikologis pertumbuhan, filsafat humanistik, dan teknik psikoterapi (Corey, 2003). Aliran ini berfokus pada hakikat dan perkembangan bentuk kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Unsur utama dalam aliran ini adalah emosi, motivasi, dan aspek kepribadian lainnya, Dasar aliran ini berasumsi pada kepribadian yang akan berkembang Ketika terjadi konflik dari aspek-aspek psikologis itu sendiri (Ardiansyah et al., 2022). Ada beberapa aspek yang menarik dari psikologi behavior. Pertama,  aspek bawah sadar, yang mana  pikiran dan keinginan yang tidak kita sadari mempengaruhi banyak tindakan dan reaksi kita dan memahami perilaku manusia di luar kesadaran secara langsung akan memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi seseorang. Kedua, ada konflik di antara id, ego, dan superego seseorang, menunjukkan kesulitan dan bagaimana ketegangan antara dorongan instingtif serta norma sosial dapat memengaruhi perilaku yang akan berguna untuk memahami dinamika psikologis individu dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun psikoanalisis menawarkan banyak manfaat, aliran ini sering dikritik karena ketidakmampuannya untuk dievaluasi secara objektif dan penekannya yang konstan pada seksualitas. Para kritikus juga berpendapat bahwa aliran ini seharusnya lebih berfokus pada perkembangan historis dengan mempertimbangkan konteks sosial dan lingkungan saat ini.

Dalam kesimpulan, psikologi behavior dan psikologi analisis mewakili dua pilar yang saling melengkapi dalam memahami perilaku manusia, masing-masing dengan fokus dan metodologi yang unik. Psikologi Behavior menyatakan bahwa seorang individu harus menjadi subjek perkembangan psikologis dan menjadi subbidang psikologi yang berfokus pada individu dan membahas masalah mental dan tidak memfokuskannya pada aspek-aspek mental yang sering dikenal sebagai teori pembelajaran karena memandang setiap tindakan suatu organisme sebagai efek dari lingkungannya juga tidak berupaya menentukan apakah itu baik atau buruk dan rasional atau emosional dan berupaya memahami bagaimana faktor lingkungan membentuk perilaku manusia. Di sisi lain, Psikoanalisis berfokus pada dinamika, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, dan pentingnya pengalaman saat masih kanak-kanak dalam mengembangkan keterampilan interpretasi awal dan masalah kesehatan mental, juga merujuk pada model psikologis pertumbuhan, filsafat humanistik, dan teknik psikoterapi serta berfokus pada hakikat dan perkembangan bentuk kepribadian yang dimiliki oleh manusia yang  unsur utamanya adalah emosi, motivasi, dan aspek kepribadian lainnya. Dengan kedua aliran ini, tidak hanya akan memperkuat teori dan praktik psikologi, tetapi akan menyediakan alat yang lebih efektif untuk memahami dan menanggapi kebutuhan individu dalam banyak konteks. Dengan kedua aliran ini juga, kita dapat mengeskplorasi dan menggembangkan strategi intervensi yang lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan individu, dan komunitas dalam skala global.

*Mahasiswa Psikologi Islam Angkatan 2024/2025

Behaviorisme dan Psikoanalisis: Dua Pilar Berbeda dalam Psikologi