23 April 2026

Cara Bicara, Cara Jiwa Bekerja; BSC HMPS Psikologi Islam 2026 Angkat Pentingnya Komunikasi Islami

Surakarta, 23 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Building Spiritual Character (BSC) 2026 di Aula SBSN Lantai 1. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Psychisfest sekaligus bentuk implementasi nilai “Profesional, Berkarakter, dan Berbakti (PBB)” yang diusung Program Studi Psikologi Islam.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Dzikri, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Mars Psikologi Islam. Ketua panitia, Nur Faqih Wirawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan BSC bertujuan memperkuat karakter spiritual mahasiswa, khususnya dalam membangun komunikasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti qaulan layyinan (perkataan yang lembut) dan qaulan ma’rufan (perkataan yang baik dan santun). Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat sekaligus bernilai amal jariyah bagi seluruh peserta. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua HMPS Psikologi Islam, Lubna Ma’sumah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja HMPS Psikologi Islam sekaligus momentum pembuka rangkaian Psychisfest 2026.

Pembukaan resmi Psychisfest dilakukan oleh Koordinator Program Studi Psikologi Islam, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan mahasiswa, tetapi juga bagian dari peringatan Milad ke-9 Program Studi Psikologi Islam yang jatuh pada 12 April lalu. Beliau menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi, baik dalam interaksi langsung maupun di media sosial, serta mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik dan nonakademik sebagai bagian dari pengembangan program studi.

Memasuki sesi inti, kegiatan dipandu oleh moderator Melia Desta Kusuma selaku CO Departemen PPSDM 2024. Setelah penampilan pembuka, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber. Pemateri pertama, Ahmad Sutrisno Akhid, S.Psi., seorang Motivator, Talents Mapping Practitioner, dan Strength-Based Coach, membawakan materi mengenai pentingnya komunikasi asertif dalam meningkatkan kualitas hidup. Ia menjelaskan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam mencapai tujuan, membangun relasi, dan menyelesaikan persoalan sehari-hari. Menurutnya, efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh kata-kata, intonasi suara, dan bahasa tubuh sebagai aspek visual.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan empat gaya komunikasi, yaitu agresif, pasif-agresif, pasif, dan asertif. Komunikasi asertif dinilai sebagai bentuk komunikasi ideal karena memungkinkan seseorang menyampaikan pikiran dan perasaan secara jujur tanpa melanggar hak orang lain. Ia juga memperkenalkan teknik I-Message, yakni cara mengungkapkan perasaan dengan berfokus pada diri sendiri tanpa menyalahkan pihak lain. Teknik tersebut dinilai efektif untuk meminimalkan konflik dan membangun hubungan yang sehat.

Sementara itu, pemateri kedua, Septian W. Rahmanto, M.Psi., Psikolog, membawakan materi bertajuk “Cara Bicara, Cara Jiwa Bekerja” dari perspektif Psikologi Islam. Ia menegaskan bahwa kata-kata merupakan cerminan hati dan kualitas diri seseorang. Dalam Islam, komunikasi tidak hanya dinilai dari isi pembicaraan, tetapi juga cara penyampaiannya.

Beliau menjelaskan enam prinsip komunikasi dalam Islam, yaitu qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan ma’rufan (perkataan yang baik), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), qaulan maysuran (perkataan yang mudah dipahami), qaulan kariman (perkataan yang mulia), dan qaulan balighan (perkataan yang membekas). Ia juga menekankan bahwa banyak konflik muncul bukan karena isi pembicaraan, melainkan cara penyampaiannya, sehingga pengendalian emosi menjadi aspek penting dalam berkomunikasi.

Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesulitan menyampaikan pendapat, perbedaan gaya komunikasi individu, hingga cara menolak permintaan secara asertif tanpa menyinggung perasaan orang lain. Menanggapi hal tersebut, para narasumber menekankan pentingnya memahami diri sendiri, mengenali karakter lawan bicara, serta menerapkan komunikasi asertif dalam berbagai situasi kehidupan.

Melalui kegiatan Building Spiritual Character (BSC) 2026, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga beretika dan bernilai spiritual. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk tumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual dalam berinteraksi dengan sesama.  Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Program Studi Psikologi Islam dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pi.uinsurakarta. (Lubna, dkk*)

Cara Bicara, Cara Jiwa Bekerja; BSC HMPS Psikologi Islam 2026 Angkat Pentingnya Komunikasi Islami