Surakarta, 2 Juni 2026 — Suasana hangat terasa di UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Surakarta saat Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa magang. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses praktik lapangan sekaligus ruang refleksi atas perjalanan belajar mahasiswa di dunia kerja.
Kegiatan penarikan dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prodi Psikologi Islam, dr. Gadis Deslina, M.Psi., Psikolog, yang hadir secara langsung untuk menutup rangkaian kegiatan magang mahasiswa di UPTD PLDPI Kota Surakarta. Kehadiran DPL menjadi bagian penting dalam memastikan capaian pembelajaran mahasiswa selama menjalani praktik lapangan.
Selama masa magang, mahasiswa Lula Amalia, Fitri Nur Indah, Hishshoh Azd Istiqomah, dan Fambaul Fadilah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan layanan di UPTD PLDPI Kota Surakarta. Mereka tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan administrasi, asesmen, hingga pendampingan anak berkebutuhan khusus. Pengalaman tersebut menjadi jembatan antara teori psikologi yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Gadis Deslina, M.Psi., Psikolog menyampaikan apresiasi kepada pihak UPTD PLDPI Kota Surakarta atas bimbingan, pendampingan, dan kesempatan yang telah diberikan kepada mahasiswa selama menjalani program magang. Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam bidang psikologi pendidikan dan layanan disabilitas.
“Pengalaman ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami penerapan teori psikologi dalam konteks nyata, terutama dalam layanan bagi anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Pihak UPTD PLDPI Kota Surakarta turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama pelaksanaan magang. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan dampak positif serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga layanan masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, program magang ini juga menjadi ruang pembentukan empati, kepekaan sosial, dan profesionalisme mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan anak, keluarga, dan tenaga profesional, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memahami dinamika layanan disabilitas secara lebih utuh.
Kegiatan penarikan kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol berakhirnya masa praktik lapangan. Namun lebih dari itu, pengalaman yang diperoleh menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik dan profesional mereka ke depan. Datang membawa harapan untuk belajar dan berkembang, pulang membawa pengalaman yang menjadi bekal dalam perjalanan pengabdian dan profesionalisme di masa depan.