
Surakarta, 13 Mei 2026 — Program Studi S1 Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan global mahasiswa melalui program Global Internship & Community Service Tahun 2026 ke Thailand. Program internasional ini menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi Program Studi Psikologi Islam sekaligus upaya meningkatkan kompetensi akademik, sosial, dan budaya mahasiswa di tingkat global.
Sebanyak tiga mahasiswa semester VI Program Studi Psikologi Islam dijadwalkan berangkat menuju Provinsi Yala, Thailand Selatan, pada 15 Mei 2026. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Sabila Azizah Febriani, Sabrina Aufa Fadhilah Sidik, dan Muflihah Putri Delima. Mereka akan melaksanakan program dalam bentuk kegiatan terpadu yang meliputi Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah Yayasan Lukmanulhakeem, Provinsi Yala, Thailand. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian masyarakat internasional, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran lintas budaya, penguatan kompetensi profesional, serta pengalaman akademik global bagi mahasiswa Program Studi Psikologi Islam.
Sebelum keberangkatan, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah menggelar acara pelepasan mahasiswa yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan FUD UIN Raden Mas Said Surakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, Ketua Program Studi Psikologi Islam, Sekretaris Program Studi, serta para pendamping kegiatan. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Kholilurrohman, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar memiliki mental yang kuat, berani, mandiri, dan adaptif selama menjalani kegiatan di luar negeri. Menurutnya, mahasiswa Psikologi Islam perlu meneladani sosok-sosok perempuan hebat dalam sejarah Islam yang memiliki keberanian dan kapasitas intelektual melampaui zamannya. “Jadilah seperti para perempuan dalam Islam yang bermental berani. Coba teladani bagaimana Khadijah dan Aisyah memiliki mental yang kuat bahkan melampaui zamannya,” pesan Dekan.
Beliau menjelaskan bahwa ketangguhan Khadijah dalam membangun sistem perdagangan serta kapasitas keilmuan Aisyah yang menjadi rujukan utama berbagai riwayat hadis merupakan contoh nyata bagaimana perempuan muslim mampu memberikan kontribusi besar dalam kehidupan sosial, intelektual, dan peradaban Islam. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan memiliki semangat yang sama dalam mengikuti program internasional di Thailand.
Selain menekankan pentingnya keberanian dan kemandirian, Dekan juga mengingatkan agar mahasiswa mampu memanfaatkan program Global Internship & Community Service tidak hanya sebagai kegiatan akademik dan pengabdian semata, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kapasitas intelektual, pengalaman riset, serta penguatan kompetensi profesional. Menurutnya, program terpadu yang mencakup KKN, KKL, dan PPL dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian akademik mahasiswa. Dengan gaya khas penuh guyonan, Dekan bahkan menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat sekaligus menyusun skripsi berdasarkan pengalaman dan data lapangan selama berada di Thailand. “Kalau bisa jangan hanya KKN, KKL, dan PPL saja, tetapi sekalian menulis skripsi,” ujarnya disambut suasana hangat dan penuh semangat.
Dekan juga menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi selama pelaksanaan kegiatan internasional tersebut. Mahasiswa diminta untuk terus berkoordinasi dengan pihak yayasan di Thailand maupun dosen pendamping dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah agar seluruh program dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan tujuan akademik yang telah direncanakan.
Keberangkatan mahasiswa ke Thailand menjadi bagian dari strategi Program Studi Psikologi Islam dalam memperluas jejaring internasional serta meningkatkan pengalaman global mahasiswa. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang akademik, sosial, budaya, pendidikan, dan pengabdian masyarakat lintas negara. Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan Student Mobility dan Global Internship & Community Service merupakan bagian dari penguatan internasionalisasi program studi serta pengembangan kapasitas mahasiswa agar mampu beradaptasi di lingkungan multikultural. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di luar negeri akan memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun pengembangan karakter. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi representasi positif Program Studi Psikologi Islam dan UIN Raden Mas Said Surakarta di tingkat internasional. “Program ini bukan hanya tentang perjalanan akademik, tetapi juga tentang pembentukan mental, penguatan karakter, kemampuan adaptasi, dan pengalaman global mahasiswa. Kami berharap mahasiswa dapat mengambil banyak pelajaran dan pengalaman berharga selama di Thailand,” ungkap Kaprodi.

Sebelum penutupan acara pelepasan, Dekan FUD secara simbolis memberikan bantuan dan dukungan kepada mahasiswa yang akan berangkat ke Thailand. Momen tersebut disaksikan oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi Psikologi Islam, serta Sekretaris Program Studi sebagai bentuk dukungan penuh fakultas terhadap pengembangan pengalaman internasional mahasiswa. (Tj*)