Banjarmasin, 7 Agustus 2026. Kolaborasi mahasiswa dan dosen Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta berhasil meraih Best Paper dalam ajang The International Conference on Islamic Psychology (ICIP) 2026, yang digelar secara hybrid di Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN Antasari Banjarmasin, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Capaian ini menjadi bagian dari partisipasi aktif mahasiswa dan dosen Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dalam forum internasional yang mengusung tema "Islamic Psychology for Family and Community Resilience: Bridging Faith, Knowledge, and Society" tersebut, di tengah dinamika modernisasi yang kerap membawa dampak pada ketahanan mental masyarakat sekaligus mempertegas kembali posisi keilmuan Psikologi Islam sebagai pilar penting pendidikan tinggi di Indonesia. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd.

Dalam pidato kuncinya, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr.Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., merespons isu usulan perubahan Program Studi Psikologi Islam menjadi Psikologi umum. Menurut beliau, Kemenag memegang prinsip teguh untuk mempertahankan eksistensi Prodi Psikologi Islam sebagai bagian dari visi integrasi keilmuan perguruan tinggi keagamaan Islam. Menurutnya, Psikologi Islam pada hakikatnya adalah ilmu psikologi yang memenuhi seluruh standar keilmuan psikologi modern, namun diperkaya dengan perspektif dan teori-teori kejiwaan yang dikembangkan para ulama Islam, nilai tambah yang tidak dimiliki program studi psikologi umum.
Semangat mempertahankan dan mengembangkan keilmuan inilah yang turut menggerakkan partisipasi mahasiswa, dosen, dan peneliti Psikologi dan Psikologi Islam dari berbagai kampus di Indonesia dan luar negeri, tidak terkecuali dari Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. Sepanjang sesi presentasi paralel yang berlangsung sejak siang hingga sore hari, baik secara luring di dua ruang munaqasyah maupun daring melalui tujuh breakout room Zoom, tiga kelompok mahasiswa dan dosen dari Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta tampil mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Di Breakout Room 4, dua kelompok tampil bergantian. Annisa Nuur Fathimah dan Retno Pangestuti lebih dulu memaparkan studi mengenai peran perilaku altruistik sebagai mediator antara rasa syukur dan kesejahteraan subjektif. Presentasi kemudian dilanjutkan oleh Saffanah Zahirah dan Triyono, yang mengangkat topik spiritualitas Islam dan kesejahteraan subjektif di kalangan guru pendidikan khusus Muslim di Indonesia. Sementara itu, di Breakout Room 6, Vera Imanti dan Ainayyah Alfatiha Putri Kurniawaddin menyampaikan hasil riset tentang kehidupan digital dan refleksi spiritual pada remaja Muslim.

Capaian membanggakan datang dari makalah Saffanah Zahirah (mahasiswa) dan Triyono (dosen). Berdasarkan Sertifikat No. ICIP/505/CERT/CON/VIII/2026 yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, S.Ag., M.Ag., dan Ketua Panitia Penyelenggara, Imadduddin, M.A., M.Kes., karya mereka yang berjudul "Islamic Spirituality and Subjective Well-Being Among Muslim Special Education Teachers in Indonesia" dinobatkan sebagai Best Paper dalam ICIP 2026, sebuah pengakuan atas kualitas riset yang mengangkat kesejahteraan subjektif guru pendidikan khusus Muslim melalui lensa spiritualitas Islam.
Dalam paparan presentasi, Saffanah menyampaikan bahwa Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) umumnya menjalankan tugas ganda sebagai pendidik, konselor, terapis, sekaligus administrator di tengah keterbatasan fasilitas dan tekanan emosional yang tinggi, kondisi yang rentan memicu burnout, namun guru-guru Muslim di SLB Negeri Bekasi Jaya justru menunjukkan pola sebaliknya berupa kesejahteraan psikologis yang kuat dan pemaknaan profesional yang mendalam. Menggunakan desain fenomenologi interpretatif dengan melibatkan tiga guru Muslim berpengalaman minimal lima tahun sebagai informan utama serta dua informan pendukung untuk triangulasi, penelitian ini mengidentifikasi lima tema utama, yakni profesi yang dimaknai sebagai bentuk ibadah, kepuasan intrinsik dari kemajuan kecil siswa, regulasi emosi adaptif berbasis nilai religius, internalisasi sabar, syukur, istighfar, dan ikhlas sebagai strategi coping sekaligus sumber makna transenden, serta dukungan sosial dari lingkungan sekolah yang hangat dan kolaboratif. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas Islam bukan sekadar faktor pendukung, melainkan kerangka utama yang mengorganisasi kesejahteraan psikologis guru Muslim dalam menghadapi tuntutan profesi yang berat, sekaligus memperkuat argumen bahwa program kesejahteraan bagi pendidik anak berkebutuhan khusus perlu mengintegrasikan dimensi spiritual, bukan hanya mengandalkan insentif material.
Ketiga presentasi dari Mahasiwa dan Dosen Psikologi Islam tersebut yaitu Annisa Nuur Fathimah dan Retno Pangestuti; Saffanah Zahirah dan Triyono; serta Vera Imanti dan Ainayyah Alfatiha Putri Kurniawaddin menjadi bagian dari puluhan sesi paralel yang turut menghadirkan peneliti dari berbagai penjuru dunia, termasuk Pakistan, India, Tiongkok, dan Tunisia dan Indonesia menjadi penegas menegaskan bahwa ICIP 2026 bukan sekadar forum akademik lokal, melainkan ruang pertemuan gagasan psikologi Islam lintas benua. Rangkaian konferensi ini turut diperkaya oleh pemaparan sejumlah pakar, di antaranya Prof. Dr. Salasiah Binti Hanin Hamjah dari Universiti Kebangsaan Malaysia yang membahas penerapan Tazkiyah al-Nafs dalam sesi konseling, serta Prof. Dr. M. Zainal Abidin, M.Ag., dari UIN Antasari yang menyoroti tantangan ketahanan keluarga di era disrupsi digital.

Bagi Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, kesempatan tampil di forum internasional semacam ini bukan hanya soal diseminasi hasil riset, tetapi juga membuka peluang membangun jejaring akademik dengan sesama peneliti dari berbagai negara. Raihan Best Paper oleh Saffanah Zahirah dan Triyono menjadi bukti nyata bahwa kualitas riset di lingkungan Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta mampu bersaing dan diakui di kancah internasional. Partisipasi aktif semacam ini diharapkan terus mendorong semangat mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi bagi pengembangan kajian psikologi Islam, sekaligus memperkokoh jembatan antara nilai-nilai ketauhidan, sains psikologi modern, dan aplikasi sosialnya. Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dapat diakses melalui akun resmi Instagram di pi.uinsurakarta