
Merajut Asa di Yaha bukan sekadar judul, melainkan potret nyata pengabdian lintas batas yang dilakukan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta dalam program KKN Internasional di Thailand Selatan. Di wilayah Yaha, yang berada di Provinsi Yala, tiga mahasiswi dari Program Studi Psikologi Islam yang tergabung dalam Kelompok 299 menjalankan misi kemanusiaan dan pendidikan selama 11 Mei hingga 24 Juli 2025. Mereka adalah Felicia Sofia sebagai koordinator, bersama Yesy Vera Irawanti dan Farahdilla Rahmawati, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Lukman Harahap.
Pengabdian ini berpusat di Muslim Bamrung School, sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri sekitar lima puluh tahun dan menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah. Sekolah ini menyediakan pendidikan agama dan umum secara gratis, namun berada dalam wilayah dengan dinamika sosial-politik yang cukup kompleks. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses santri terhadap pengembangan diri, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan keterampilan sosial.
Berangkat dari realitas tersebut, tim KKN merancang pendekatan berbasis psikologi terapan yang dipadukan dengan pembelajaran bahasa dan kepedulian lingkungan. Mereka tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup melalui kegiatan luar ruang. Dalam program Outdoor & Language Development, para santri diajak belajar di area terbuka seperti gazebo dan sekitar kolam sekolah. Melalui metode “Word Hunt Challenge”, santri dilatih mengenal kosakata baru setiap hari dengan cara yang kontekstual dan menyenangkan.
Upaya penguatan keterampilan juga dilakukan melalui program Edu-Games dan Public Speaking Corner. Dengan permainan sederhana seperti pesan berantai, santri dilatih untuk meningkatkan konsentrasi, kerja sama, dan keberanian tampil. Perubahan mulai tampak ketika santri yang sebelumnya cenderung pasif perlahan menunjukkan kepercayaan diri untuk berbicara di depan teman-temannya.

Tidak hanya menyentuh aspek kognitif dan keterampilan, tim juga memberi perhatian pada kesehatan mental. Setiap hari Jumat, diadakan sesi micro-learning yang membahas isu-isu seperti perundungan dan kepercayaan diri. Selain itu, dibuka pula ruang konseling terbuka bagi santri yang ingin berbagi cerita secara personal. Pendekatan ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk didengar dan dipahami, sesuatu yang sebelumnya belum banyak mereka rasakan.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui program Eco-Smart Waste Management. Kebiasaan lama membakar sampah mulai dialihkan menjadi pengelolaan yang lebih ramah lingkungan. Santri diajak mengolah sisa makanan menjadi pupuk organik serta mengurangi penggunaan plastik dengan membawa wadah sendiri ke kantin. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk kesadaran ekologis sejak dini.
Selama satu setengah bulan pengabdian, perubahan positif mulai terlihat. Santri menjadi lebih akrab dengan bahasa Inggris dasar dan menunjukkan motivasi belajar yang meningkat. Bahkan, sebagian dari mereka mulai memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Indonesia, khususnya dalam bidang keislaman seperti tafsir dan tadris. Lingkungan asrama pun menjadi lebih bersih dan nyaman berkat kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan.
Kegiatan KKN Internasional ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kewajiban akademik. Ia menjelma menjadi ruang pembuktian bahwa ilmu psikologi dapat berperan sebagai jembatan perubahan sosial yang nyata. Kelompok 299 berharap program-program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah, misalnya melalui pembentukan pojok bahasa dan integrasi kegiatan kebersihan dalam rutinitas harian santri.
Waktu pengabdian yang relatif singkat tidak menghalangi terciptanya dampak yang bermakna. Bagi santri di Muslim Bamrung School, kehadiran mahasiswa dari Surakarta telah menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda—lebih hangat, lebih menyenangkan, dan lebih membangun harapan. Dari Yaha, jejak kecil itu kini menjadi bagian dari cerita besar tentang pengabdian, pendidikan, dan kemanusiaan lintas negara.