30 March 2026

Pembekalan Magang Psikologi Islam 2026: Bridging Theory to Practice, Mahasiswa Siap Terjun ke Dunia Kerja

Sukoharjo, 30 Maret 2026 – Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau Magang Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 FUD ini mengusung tema “Bridging Theory to Practice: Elevating Professional Competencies and Mental Readiness for Internship” serta dihadiri oleh Dekan, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan mahasiswa Semester 6 sebagai peserta utama.

Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dr. Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja secara lebih matang dan profesional. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa magang bukan sekadar kewajiban akademik guna memenuhi Satuan Kredit Semester (SKS), melainkan sebuah proses pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik nyata di lapangan. Dalam hal ini, PPL menjadi jembatan strategis bagi mahasiswa untuk menguji, mengembangkan, sekaligus merefleksikan ilmu psikologi yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam situasi profesional yang sesungguhnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan ruang strategis bagi mahasiswa. Tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, magang juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi riset untuk tugas akhir, baik dalam bentuk skripsi maupun publikasi ilmiah. Selain itu, magang membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk membangun jejaring profesional yang bermanfaat setelah lulus. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dan penuh kesungguhan.

Lebih lanjut, beliau menguatkan pesan tersebut dengan mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “fa idzā faraghta fanshab” yang bermakna, “Apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), maka tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”. Ayat ini dimaknai dalam konteks keislaman modern sebagai dorongan untuk terus berikhtiar, berusaha, dan tidak berhenti pada satu pencapaian. Dalam perspektif ini, takdir bukanlah alasan untuk pasif, melainkan harus diiringi dengan usaha dan kerja keras dalam mencapai harapan dan masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, magang menjadi salah satu bentuk nyata ikhtiar mahasiswa dalam menjemput peluang dan pengalaman profesional.

Selepas sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta dengan PT Young Tree Industries. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri. Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya dalam penyelenggaraan magang mahasiswa. Tidak hanya itu, kedua pihak juga sepakat untuk mengembangkan kolaborasi riset di bidang sumber daya manusia serta menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik seperti seminar, kuliah umum, dan program pengabdian kepada masyarakat.Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, sekaligus memberikan ruang aktualisasi yang lebih luas bagi mahasiswa Psikologi Islam.

Pada sesi inti pembekalan, kegiatan menghadirkan narasumber utama Erni Khoirun Ni’am, S.Psi., Kepala HRD PT Young Tree Industries Surakarta, yang didampingi oleh fasilitator Farichah Nurus Syifa’, M.Psi. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa dunia kerja menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori. Mahasiswa perlu memiliki kompetensi yang komprehensif, meliputi keterampilan komunikasi yang efektif, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan pemecahan masalah yang terstruktur, manajemen waktu yang disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.

Penekanan ini menjadi penting, mengingat keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kesiapan mental, sikap profesional, serta kemampuan interpersonal yang kuat. Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami standar dunia kerja secara lebih realistis sekaligus mempersiapkan diri untuk menjadi individu yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sikap profesional sebagai fondasi utama keberhasilan di dunia kerja. Nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga etika komunikasi menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan kognitif. Dalam penyampaiannya, ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa harus memiliki sikap proaktif, terbuka terhadap masukan, serta mampu mengelola tekanan kerja dengan baik melalui ketahanan mental (resilience).

“Dunia kerja adalah tempat di mana teori diuji. Jangan hanya menunggu perintah, tetapi beranilah mengambil inisiatif, bertanya, dan terus belajar,” ungkapnya di hadapan peserta.

Tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis dan etika kerja, pembekalan ini juga menyoroti pentingnya strategic networking sebagai bekal jangka panjang. Mahasiswa didorong untuk membangun relasi profesional selama masa magang sebagai bagian dari investasi karier di masa depan. Dalam hal ini, pola pikir berkembang (growth mindset) menjadi kunci utama agar mahasiswa mampu menerima kritik, belajar dari pengalaman, dan terus meningkatkan kapasitas diri.

Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis pelaksanaan PPL yang disampaikan oleh Triyono, M.Si  selaku Sekretaris Program Studi Psikologi Islam. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan informasi terkait pembagian kelompok, penentuan dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mekanisme pelaporan dan administrasi magang. Penjelasan ini menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa memahami prosedur pelaksanaan PPL secara menyeluruh dan sistematis.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini ditutup dengan harapan besar agar mahasiswa mampu memanfaatkan pengalaman magang secara optimal. Melalui pembekalan yang komprehensif ini, mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta magang, tetapi sebagai individu yang adaptif, solutif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lembaga mitra.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, sebelumnya Program Studi Psikologi Islam juga telah menyelenggarakan Pembekalan Teknis PPL 2026 pada Tanggal 11-13 Maret 2026 bekerja sama dengan Pusat Layanan Psikologi Taqwiya (Pusla Psikologi Taqwiya). Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sesuai peminatan, mulai dari Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, hingga Psikologi Pendidikan. Melalui pembekalan teknis tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkuat pada aspek keterampilan teknis (hard skills), seperti penggunaan alat tes dan penyusunan laporan, tetapi juga pada aspek keterampilan non-teknis (soft skills), seperti etika profesi, kemampuan problem solving, serta komunikasi terapeutik. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Psikologi Islam sebagai landasan dalam praktik profesional.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi juga menjadi titik awal transformasi mahasiswa dari pembelajar di ruang kelas menjadi calon profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang kuat. Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dapat diakses melalui akun resmi Instagram di pi.uinsurakarta. (Tj*)

 

Pembekalan Magang Psikologi Islam 2026: Bridging Theory to Practice, Mahasiswa Siap Terjun ke Dunia Kerja