04 June 2026

Penarikan Mahasiswa Magang Psikologi Islam di MTs Unggulan Nurul Qur’an Boyolali: Akhir Perjalanan Belajar Lapangan

Boyolali, 4 Juni 2026 — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di MTs Unggulan Nurul Qur’an Boyolali pada awal Juni itu. Setelah kurang lebih dua bulan menjalani proses pembelajaran di lapangan, mahasiswa Program Studi Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta resmi mengakhiri masa praktik magang mereka di lingkungan madrasah tersebut.

Empat mahasiswa, yaitu Mifta Nur Khasanah, Tazkiya Nur Hamidah, Itsna Mar atu Shalihah, dan Wilda Aulia Zakiyyatus Sa’adah, telah menjalani program magang sejak awal April 2026. Selama berada di lingkungan madrasah berbasis pesantren itu, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga berproses langsung dalam dinamika pendidikan dan layanan peserta didik.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran nyata di lapangan, khususnya dalam kegiatan pendampingan siswa, observasi perilaku, serta dukungan terhadap layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di madrasah.

Penarikan mahasiswa dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mufarridah Layalia, S.Psi., M.A., melalui koordinasi dengan pihak MTs Unggulan Nurul Qur’an Boyolali. Momen ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan magang sekaligus menjadi ruang refleksi atas pengalaman yang telah diperoleh mahasiswa selama berada di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, DPL menyampaikan bahwa kegiatan magang bukan hanya tentang penyelesaian kewajiban akademik, tetapi juga proses pembentukan kompetensi, karakter, dan kepekaan mahasiswa terhadap realitas pendidikan di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam memahami penerapan ilmu psikologi, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

Pihak madrasah memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama pelaksanaan program magang. Kepala madrasah menilai kehadiran mahasiswa membantu memperkuat proses pendampingan peserta didik, terutama dalam aspek pengamatan dan pengembangan perilaku belajar siswa.

Hal senada juga disampaikan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK), yang menilai keterlibatan mahasiswa memberikan dampak positif dalam mendukung kegiatan layanan siswa serta memperkaya proses pendampingan di lingkungan madrasah.

Di balik aktivitas formal yang tercatat selama magang, tersimpan proses belajar yang lebih dalam: interaksi, pengalaman lapangan, serta refleksi yang membentuk cara pandang baru mahasiswa terhadap dunia pendidikan dan praktik psikologi. Kini, setelah program berakhir, yang mereka bawa bukan hanya laporan kegiatan, tetapi juga pengalaman yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan akademik dan profesional mereka ke depan.

 

Penarikan Mahasiswa Magang Psikologi Islam di MTs Unggulan Nurul Qur’an Boyolali: Akhir Perjalanan Belajar Lapangan