03 June 2026

PKM Prodi Psikologi Islam Angkat Tema Pengendalian Diri dan Keterampilan Manajemen Konflik Antar Santri

Boyolali, 3 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri dari Triyono, M.Si., Dr. Ernawati, M.Si., Psikolog, Dr. Gadis Deslinda, M.Psi., Psikolog, serta mahasiswa Psikologi Islam Fitri Wulandari dan Ratu Rania melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Darul Fath Boyolali.

Kegiatan ini mengangkat tema “Tazkiyatun Nafs untuk Pemimpin Muda: Penguatan Pengendalian Diri dan Keterampilan Manajemen Konflik Antar Santri”, dengan tujuan membekali para santri dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengelola diri dan menyelesaikan konflik secara konstruktif berdasarkan nilai-nilai Islam.

Acara diawali dengan sambutan oleh Triyono, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Psikologi Islam. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Program Studi memiliki kewajiban dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, pengetahuan yang diperoleh dan diproduksi di lingkungan kampus diimplementasikan dan disampaikan kepada masyarakat, termasuk komunitas santri di pesantren.

Beliau juga menekankan bahwa tema kegiatan ini menyoroti pentingnya peran pemimpin dalam organisasi santri, khususnya pengurus OSIS/organisasi, agar mampu memiliki keterampilan manajemen konflik yang tepat dan selaras dengan ajaran Islam. Selain itu, ditekankan pula pentingnya konsep tazkiyatun nafs dalam membantu pengelolaan organisasi, terutama dalam membentuk pemimpin yang mampu mengendalikan diri, bersikap bijaksana, dan menjaga keharmonisan dalam dinamika organisasi.

Lebih lanjut, disampaikan pula ajakan kepada para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 untuk mempertimbangkan Program Studi Psikologi Islam sebagai pilihan pengembangan pendidikan setelah lulus dari jenjang SMA. Di Program Studi Psikologi Islam, kajian yang dipelajari merupakan integrasi dan interkoneksi antara ilmu psikologi dengan ajaran Islam, sehingga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai-nilai keislaman dalam memahami perilaku manusia.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh pengelola Pondok Pesantren Darul Fath Boyolali yang menyambut baik dan terbuka terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Pihak pesantren menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah berkah bagi pondok karena kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melanjutkan rangkaian kerja sama PkM yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2022, 2023, dan 2024.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pesantren berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga bagi perkembangan pondok pesantren serta Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Harapannya, kegiatan ini terus membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Melalui pendekatan tazkiyatun nafs, para peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur orang lain, tetapi juga kemampuan mengelola diri sendiri. Materi yang disampaikan oleh Ernawati, M.Si., Psikolog menekankan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengendalikan emosi, berpikir jernih dalam pengambilan keputusan, serta bersikap adil dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi. Nilai-nilai seperti kesabaran, muhasabah (introspeksi diri), keikhlasan, dan tanggung jawab menjadi landasan utama dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

Selain aspek pengendalian diri, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya manajemen konflik sebagai keterampilan esensial bagi pengurus organisasi santri. Konflik dipahami sebagai hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengidentifikasi sumber konflik, mengelola emosi saat terjadi perbedaan, serta membangun komunikasi efektif untuk mencapai penyelesaian yang konstruktif dan saling menguntungkan. Peserta juga diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih positif dengan adik tingkat melalui pendekatan yang humanis, sehingga tercipta suasana pesantren yang harmonis tanpa mengurangi wibawa seorang pemimpin.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta mengisi kuesioner yang dipandu oleh Gadis Deslinda, M.Psi., Psikolog. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat penguatan pengendalian diri serta keterampilan manajemen konflik yang dimiliki peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui instrumen tersebut, diharapkan dapat teridentifikasi perubahan pemahaman, sikap, dan kesiapan peserta dalam menerapkan materi yang telah disampaikan ke dalam kehidupan organisasi sehari-hari di lingkungan pesantren. Selain itu, hasil evaluasi ini juga menjadi bahan refleksi untuk melihat efektivitas program pengabdian serta sebagai dasar pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih optimal bagi penguatan kapasitas kepemimpinan santri.

Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian materi dan sesi diskusi. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam menyimak penjelasan narasumber, mencatat poin-poin penting, serta merespons materi melalui pertanyaan dan tanggapan pada sesi diskusi. Para peserta juga tampak fokus dalam setiap sesi, terutama ketika membahas isu kepemimpinan, pengendalian diri, dan manajemen konflik di lingkungan organisasi santri. Antusiasme tersebut mencerminkan adanya ketertarikan dan kebutuhan santri terhadap penguatan kapasitas diri dalam menghadapi dinamika organisasi di pesantren.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan terbentuk generasi pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional, spiritual, dan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, para santri diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan budaya komunikasi yang sehat, harmonis, dan penuh ukhuwah di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

 

PKM Prodi Psikologi Islam Angkat Tema Pengendalian Diri dan Keterampilan Manajemen Konflik Antar Santri