Sukoharjo, Selasa 08 September 2026 – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Pertemuan Silaturahmi bersama Wali Mahasiswa Angkatan 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Fakultas dengan para wali mahasiswa baru, sekaligus menjadi forum penguatan sinergi dalam mendampingi mahasiswa menempuh studi.
Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Kholilurrohman, M.Si., beserta jajaran Wakil Dekan I, II, dan III, serta Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FUD, termasuk dari Program Studi Psikologi Islam, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Bimbingan dan Konseling Islam, Pemikiran Politik Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah, serta Tasawuf dan Psikoterapi.

Pertemuan ini mengangkat tema "Silaturahmi dan Penguatan Komunikasi antara Fakultas dan Wali Mahasiswa", sebagai ruang bagi pihak Fakultas untuk menyampaikan informasi seputar sistem akademik, kemahasiswaan, serta layanan pendukung yang tersedia bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kehadiran jajaran pimpinan Fakultas secara lengkap dalam kegiatan ini menegaskan komitmen FUD UIN Raden Mas Said Surakarta untuk menjalin komunikasi tiga arah antara mahasiswa, orang tua/wali, dan pihak kampus sebagai fondasi penting dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa dari semester awal hingga kelulusan.
Dalam kesempatan tersebut, Program Studi Psikologi Islam turut memaparkan materi tentang informasi akademik yang ada di Prodi Psikologi Islam yang disampaikan oleh Dr. Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog selaku Ketua Program Studi. Pada tahun akademik 2026/2027 ini, Program Studi Psikologi Islam tercatat menerima 176 mahasiswa baru yang terbagi ke dalam 5 kelas, menjadikannya salah satu program studi dengan jumlah peminat terbanyak di lingkungan FUD UIN Raden Mas Said Surakarta. Paparan tersebut disampaikan secara runtut, mulai dari arah keilmuan program studi hingga sistem pendampingan yang akan menyertai mahasiswa selama masa studi.

Scientific Vision, Tujuan, dan Motto Program Studi
Dalam paparannya, Ketua Program Studi menjelaskan bahwa Prodi Psikologi Islam mengusung Scientific Vision untuk unggul dan inovatif dalam pengembangan Psikologi Islam Integratif berbasis akhlak, guna mewujudkan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia. Merujuk pada visi tersebut, lulusan Program Studi Psikologi Islam diarahkan untuk menguasai landasan keilmuan psikologi secara profesional sesuai standar keilmuan dan Kode Etik Psikologi yang berlaku, sebagai perwujudan disiplin dasar Psikologi Islam Integratif. Lulusan juga dituntut mampu beradaptasi dan berinovasi dalam praktik serta layanan psikologi sesuai kewenangan Sarjana Psikologi (S1), seiring perkembangan teknologi, yang menjadi perwujudan dari orientasi Inovatif.
Tak hanya dari sisi keilmuan, penguatan akhlak turut menjadi perhatian utama. Akhlakul karimah ditegaskan sebagai standar tertinggi perilaku profesional lulusan, sekaligus mewujudkan orientasi Berbasis Akhlak dalam kurikulum program studi. Selain itu, lulusan juga disiapkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional pada berbagai bidang sesuai profil lulusan program studi, sebagai perwujudan orientasi Unggul, serta diharapkan mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia melalui praktik dan penelitian yang responsif terhadap konteks sosial-budaya local, sejalan dengan orientasi Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Indonesia. Seluruh arah pengembangan tersebut kembali ditegaskan sejalan dengan motto Program Studi Psikologi Islam, yaitu "Islamic Psychology for Human Well Being".
Profil Lulusan
Lulusan Prodi Psikologi Islam disiapkan menjadi tenaga profesional muslim pada lima bidang profesi, yaitu tenaga Sumber Daya Manusia (HRD), konsultan psikologi, asisten psikolog (bekerja di bawah supervisi psikolog), konselor psikologi bidang pendidikan, serta peneliti bidang psikologi; semua profil akan bekerja sesuai Kode Etik Psikologi Indonesia.

Akreditasi dan Pengakuan Mutu
Program studi ini tercatat pernah meraih akreditasi "Baik" dari BAN-PT untuk periode 2021–2026, dan kini telah meningkat menjadi status akreditasi "Baik Sekali" untuk periode 2026–2031. Selain itu, Prodi Psikologi Islam tengah dalam proses pengajuan akreditasi internasional pertamanya melalui ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) pada tahun 2026.
Kurikulum dan Beban Studi
Beralih ke aspek teknis perkuliahan, kurikulum terbaru Prodi Psikologi Islam menawarkan 63 mata kuliah dengan total 154 SKS yang tersebar dari Semester 1 hingga Semester 8. Untuk lulus program Sarjana, mahasiswa wajib menempuh minimal 146 SKS dengan masa studi minimal 8 semester. Semester 1 dan 2 merupakan fondasi wajib dengan paket tetap 20 SKS per semester, dilanjutkan Semester 3–5 sebagai fase akselerasi dengan beban hingga 24 SKS tergantung IP. Pada Semester 6, mahasiswa wajib memilih 3 dari 5 peminatan yang tersedia — Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, atau Psikologi Industri dan Organisasi — dengan kedua mata kuliah pada setiap peminatan yang dipilih wajib diambil bersamaan. Semester 7–8 difokuskan pada riset dan pengabdian dengan beban 6 SKS per semester.
Mulai Semester 3, sejumlah mata kuliah juga memiliki mata kuliah prasyarat maupun syarat yang harus diperhatikan mahasiswa sebelum mengisi KRS, di bawah pemantauan langsung Dosen Pembimbing Akademik (DPA). Prodi juga membuka Kelas Rintisan Internasional sebagai bagian dari persiapan menuju pengakuan internasional, dengan proses seleksi dilaksanakan pada Semester 3 — mahasiswa disarankan mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, prestasi akademik, dan minat sejak semester-semester awal.
Sistem Akademik
Tahun akademik terbagi dalam Semester Gasal (Juli–Desember) dan Semester Genap (Januari–Juni), masing-masing berdurasi 16 minggu, dengan kehadiran minimal 75% dari total tatap muka dosen sebagai syarat mengikuti UTS/UAS. Beban studi Semester 1 dan 2 ditetapkan paket maksimal 20 SKS, sementara mulai Semester 3 beban maksimal mengikuti perolehan IP semester sebelumnya (IP 3,50–4,00 dapat mengambil hingga 24 SKS, dan seterusnya menurun bertahap). Pengisian KRS dilakukan daring melalui SIAKAD dan wajib disetujui DPA; mahasiswa yang tidak mengisi KRS dinyatakan tidak aktif pada semester tersebut.
Dari sisi penilaian, nilai A–C (2,00–4,00) dinyatakan lulus, sedangkan nilai C-, D, dan E wajib diperbaiki sebelum ujian komprehensif/seminar, dengan IPK minimal 2,00 sebagai syarat agar mahasiswa tidak menerima surat peringatan fakultas. Adapun cuti kuliah hanya dapat diajukan setelah menyelesaikan Semester 2 melalui permohonan resmi kepada Dekan, dengan masa studi maksimal 14 semester (7 tahun) termasuk cuti; ketidakhadiran registrasi 4 semester berturut-turut tanpa cuti akan dianggap mengundurkan diri.
Dosen Pembimbing Akademik (DPA)
Untuk memastikan rambu-rambu akademik tersebut dapat diikuti dengan baik, setiap mahasiswa akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang ditunjuk melalui Keputusan Dekan, bertugas membimbing rencana studi, mengesahkan KRS, memantau perkembangan akademik, serta membina akhlak dan moderasi beragama mahasiswa mulai awal perkuliahan hingga lulus. Sembilan dosen yang akan bertugas sebagai DPA bagi angkatan 2026/2027 antara lain Vera Imanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Lintang Seira Putri, M.A.; Dr. Retno Pangestuti, M.Psi.; Zaenal Muttaqin, S.Ag., M.A., Ph.D.; Triyono, M.Si.; Ernawati, S.Psi., M.Si.; Gadis Deslinda, M.Psi., Psikolog; Maharani Tyas Budi Hapsari, M.Psi.; dan Mufarridah Layalia, S.Psi., M.A. Mahasiswa diimbau segera memeriksa DPA masing-masing melalui SIAKAD dan menemui DPA setelah pengumuman kelompok bimbingan.
Kesiapan Akademik, Mental, Sosial, dan Finansial
Di luar pendampingan DPA, mahasiswa baru juga diimbau membiasakan diri memanfaatkan SIAKAD untuk memantau jadwal, nilai, KRS, dan KHS, serta menyusun manajemen waktu harian agar perkuliahan, tugas, dan kegiatan lain tidak bertabrakan. Dari sisi perlengkapan, mahasiswa perlu mempersiapkan laptop/smartphone yang memadai, alat tulis, serta menyimpan dokumen penting (KTM, jadwal, berkas administrasi) dalam satu map; bagi mahasiswa rantau/kos, pemilihan lokasi tempat tinggal yang dekat kampus dan fasilitas pendukung turut ditekankan.
Selain itu, mahasiswa juga didorong melatih kemandirian mengatur waktu dan keuangan, termasuk menyusun anggaran bulanan sederhana, menjaga kesehatan fisik dan mental dengan memanfaatkan layanan Klinik Syifa Medica bila diperlukan, serta membangun relasi sosial positif melalui organisasi mahasiswa maupun komunitas minat di kampus.
Peran Serta Orang Tua
Prodi menekankan pentingnya keterlibatan orang tua/wali selama masa studi, baik bagi mahasiswa yang tinggal kos/rantau — melalui komunikasi rutin dan pemantauan pola hidup, keuangan, serta pergaulan anak dari jarak jauh — maupun mahasiswa laju, melalui pemantauan langsung ritme keberangkatan-kepulangan dan kondisi fisik-emosional anak sehari-hari. Orang tua diimbau turut memantau perkembangan akademik anak (nilai, kehadiran, IPK) secara berkala, mendukung kesiapan mental dan finansial anak, serta menjadi tempat berbagi cerita agar anak tidak menghadapi tekanan akademik maupun sosial sendirian. Prodi mendorong terjalinnya komunikasi tiga arah antara mahasiswa, orang tua, dan Dosen PA/Prodi, khususnya bila terdapat indikasi masalah akademik atau non-akademik.
Sesi Dialog dan Interaksi dengan Orang Tua/Wali
Selain pemaparan materi, pertemuan ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif yang memberikan kesempatan bagi orang tua/wali mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan Fakultas dan Program Studi. Melalui sesi ini, sejumlah orang tua/wali aktif menyampaikan pertanyaan seputar sistem akademik, pendampingan Dosen PA, hingga hal-hal teknis terkait perkuliahan putra-putri mereka. Antusiasme yang ditunjukkan dalam sesi tanya jawab ini mencerminkan kepedulian besar orang tua/wali terhadap keberhasilan studi anak, sekaligus memperkuat komunikasi dua arah antara pihak kampus dan keluarga mahasiswa.
Layanan Pendukung
Menutup rangkaian pemaparan, sejumlah layanan pendukung turut diperkenalkan kepada mahasiswa dan wali mahasiswa, di antaranya Taqwiya (pusat layanan psikologi meliputi asesmen, konseling, dan psikoterapi berbasis nilai Islam, termasuk konseling sebaya gratis bagi penerima KIP-Kuliah), Satgas PPKS (pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dengan jalur pelaporan daring anonim SILADA maupun luring), serta LKBHI (konsultasi dan bantuan hukum Islam gratis dari Fakultas Syariah, termasuk perlindungan bagi kelompok rentan). Mahasiswa dan orang tua juga dapat mengikuti informasi resmi Prodi Psikologi Islam melalui website pi.fud.uinsaid.ac.id, Instagram @pi.uinsurakarta, dan kanal YouTube psychiska. Melalui pertemuan ini, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah bersama Program Studi Psikologi Islam berharap terjalin sinergi yang kuat antara mahasiswa, orang tua, dan pihak kampus, sehingga mahasiswa baru angkatan 2026/2027 dapat menempuh studi dengan lancar, tepat waktu, dan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, serta berakhlakul karimah.(*Tj)