20 January 2026

Sambut Semester Genap 2025/2026, Prodi Psikologi Islam Gelar Bimbingan Akademik

Sukoharjo, Selasa (20 Januari 2026) – Menjelang dimulainya perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Psikologi Islam (PI) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan bimbingan akademik pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) serta edukasi akademik terkait kesehatan mental mahasiswa.

Berdasarkan kalender akademik universitas, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), termasuk Program Studi Psikologi Islam, dijadwalkan melakukan pengisian KRS pada tanggal 23–26 Januari 2026. Sebelum mengakses pengisian KRS, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan proses herregistrasi hingga status akun pada Sistem Informasi Akademik dinyatakan aktif atau lunas.

 

Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog, menegaskan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam tahap perencanaan studi. Menurutnya, penyusunan KRS yang matang merupakan fondasi utama keberhasilan akademik. “Mahasiswa perlu proaktif mengecek status aktivasi akun dan memahami beban SKS yang akan diambil agar proses perkuliahan dapat berjalan optimal dan studi dapat diselesaikan tepat waktu. Diskusi dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) maupun pihak Program Studi juga sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan mata kuliah,” jelasnya.

Koordinator Program Studi Psikologi Islam, Triyono, M.Si., menyampaikan tentang terkait urutan pengambilan mata kuliah dan materi pembelajaran, di mana KRS bukan sekadar memilih jadwal kelas, melainkan memahami keterkaitan antar mata kuliah dalam struktur kurikulum. Mahasiswa kembali diingatkan mengenai skema mata kuliah berjenjang. Sebagai contoh, mata kuliah Statistika merupakan prasyarat wajib untuk mengambil Psikometrika. Selanjutnya, kelulusan pada mata kuliah Psikometrika menjadi dasar untuk mengikuti mata kuliah tingkat lanjut seperti Konstruksi Alat Ukur, Metodologi Penelitian Kuantitatif, dan Eksperimen.

Triyono menegaskan bahwa pemahaman terhadap alur prasyarat tersebut bersifat krusial, terutama bagi mahasiswa di semester lanjut. “Ketidaktahuan terhadap alur mata kuliah sering kali menjadi kendala serius di semester akhir. Oleh karena itu, konsultasi dengan DPA bersifat wajib agar mahasiswa tidak salah mengambil mata kuliah yang dapat menghambat proses kelulusan,” tegasnya.

 

Selain aspek administratif dan akademik, Program Studi Psikologi Islam juga memberikan edukasi akademik kesehatan mental bertajuk “Behind the Mask: Dari Fine Menuju Sehat Mental”.  Materi ini disampaikan oleh dosen dan psikolog, Vera Imanti, M.Psi., Psikolog, yang mengajak mahasiswa untuk berani jujur terhadap kondisi diri sendiri. Vera menyoroti fenomena masking atau penggunaan “topeng” kesehatan mental yang kerap menjadi jawaban aman mahasiswa di tengah tekanan akademik dan tuntutan produktivitas. Ia mengidentifikasi beberapa jenis topeng yang jamak ditemui, seperti sosok “Si Paling Kuat” yang merasa tabu untuk mengeluh, “Si Paling Ceria” yang menyembunyikan kesedihan di balik tawa, hingga “Si Paling Sibuk” yang menjadikan tumpukan aktivitas sebagai pelarian emosional. Meski dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri (coping mechanism) dalam proses adaptasi, penggunaan topeng secara terus-menerus tanpa jeda berpotensi memicu dampak jangka panjang, mulai dari keterputusan koneksi dengan diri sendiri hingga munculnya gejala psikosomatis.

Sebagai langkah menuju kesehatan mental yang autentik, Vera menekankan bahwa sehat secara mental bukan berarti harus selalu merasa bahagia, melainkan memiliki keberanian untuk jujur mengakui perasaan yang sesungguhnya. Mahasiswa diajak untuk mulai melepaskan beban standar kesempurnaan dengan mempraktikkan self-compassion, termasuk memandang istirahat sebagai bentuk amanah dalam menjaga jiwa, bukan sebagai tanda kelemahan. Di akhir sesi, mahasiswa didorong untuk tidak ragu mencari dukungan profesional apabila beban yang dirasakan terlalu berat, salah satunya melalui layanan konseling kampus yaitu Pusla Taqwiya, sebagai wujud nyata keberanian untuk jujur terhadap kondisi mental diri sendiri.

Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi administrasi kurikulum maupun kesiapan mental, Program Studi Psikologi Islam berharap mahasiswa dapat menjalani Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 secara lebih terarah, tangguh, dan sehat secara menyeluruh. Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dapat diakses melalui akun resmi Instagram di pi.uinsurakarta. (Elga, dkk*)

 

Sambut Semester Genap 2025/2026, Prodi Psikologi Islam Gelar Bimbingan Akademik